5 Fakta Kematian Diplomat Muda Kemlu di Menteng, Kasusnya Kini Ditangani Polda Metro
Jum'at, 11 Juli 2025 - 15:55 WIB
5. Penyidikan Ditangani Polda Metro Jaya
Penanganan tewasnya diplomat muda Kemlu ADP diambil alih oleh Polda Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto memperkirakan, kesimpulan penyebab tewasnya ADP bakal rampung pada pekan depan."Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan, Insyaallah mudah-mudahan seminggu lagi selesai ya," kata Karyoto kepada wartawan di Indonesia Arena Gelora Bung Karno, Kamis (10/7/2025).
Karyoto menyebut, pihaknya akan melakukan uji digital forensik terhadap ponsel korban. Dengan begitu, pihaknya bisa menelusuri jejak komunikasi ADP sebelum tewas.
Selain ponsel, pihaknya juga akan memeriksa laptop ADP. Karyoto menyebut, hasil digital forensik ditargetkan rampung sepekan ke depan.
"Bukti-bukti yang ada perlu dipelajari oleh forensik ya, baik CCTV, kemudian hasil autopsi dan juga termasuk digital. Digital itu dari laptop dan lain-lain. Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan," jelas Karyoto.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggotanya mengusut kasus tersebut secara maksimal. "Saya minta untuk anggota juga bergerak maksimal agar segera bisa terungkap dan memang ditunggu oleh publik, ditunggu oleh masyarakat," kata Jenderal Sigit kepada wartawan, dikutip Jumat (11/7/2025).
Jenderal Sigit merespons permintaan DPR RI untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Ia menegaskan, tidak diminta pun, Polri akan mengusut tuntas kasus tersebut.
"Tentunya diminta atau tidak diminta, Polri tentunya akan melakukan penyelidikan mendalam. Tentunya apabila sudah kita temukan bukti-bukti," tegasnya.
Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI Abdullah prihatin atas meninggalnya ADP. "Kami sangat berduka atas wafatnya saudara ADP. Sebagai diplomat muda yang telah mengabdi di Kementerian Luar Negeri, kepergian beliau dalam kondisi mencurigakan ini harus menjadi perhatian serius," ujar Abdullah dalam keterangannya, Rabu (9/7/2025).
Abdullah mendesak kepolisian untuk bertindak cepat dan profesional dalam mengusut kasus ini secara menyeluruh. "Polisi tidak boleh menganggap enteng kasus ini. Harus ada penyelidikan yang menyeluruh, objektif, dan transparan," terang Abdullah.
Atas dasar itu, Abdullah meminta pihak kepolisian untuk segera menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik guna mencegah munculnya spekulasi liar yang bisa merusak citra lembaga maupun korban.
"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada yang ditutup-tutupi. Aparat harus membuka segala kemungkinan, termasuk dugaan tindak pidana yang melibatkan pihak luar. Apalagi korban adalah aparatur negara yang membawa nama baik Indonesia di kancah internasional," tegasnya.
Abdullah juga mengajak masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sembari menaruh kepercayaan pada penegak hukum untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tragis tersebut. "Kita serahkan proses penyelidikan ke polisi. Semoga misteri kematian itu segera terungkap," tandas Abdullah.Dzikry Subhanie, Puteranegara Batubara, Ari Sandita, Achmad Al Fiqri, Yohanes Demo
(zik)
Lihat Juga :