Asal Usul Penggunaan Kalender Jawa saat Sultan Agung Berkuasa di Mataram
Jum'at, 27 Juni 2025 - 06:56 WIB
Memang saat itu wilayah Mataram ada yang berada di pesisir dan pedalaman, yang masih kental dengan budaya Hindu-Buddhanya. Di tangan Sultan Agung, Kerajaan Mataram menjadi Kerajaan yang begitu menentang kolonialisme.
Baca juga: Serangan Kerajaan Mataram ke Blambangan Usai Sultan Amangkurat I Dapat Bisikan Ulama
Dikisahkan pada buku "Tuah Bumi Mataram: Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II" tulisan Peri Mardiyono, karena tekadnya melawan kolonialisme, Sultan Agung pernah menyerang VOC di Batavia. Raja muda yang naik tahta pada usia 20 tahun ini terkenal cukup berani dalam memerangi kolonialisme.
Bahkan saat VOC yang bermarkas di Ambon pada 1614, VOC mengajak Sultan Agung bekerja sama dengan mengirimkan delegasinya ke Mataram. Tetapi permintaan negosiasi ini ditolak mentah-mentah oleh Sultan Agung.
Nahas empat tahun kemudian pada 1618 Masehi, Mataram dilanda gagal panen akibat perang yang berlarut - larut melawan Surabaya. Meski begitu sulit dan mengalami krisis pangan, Sultan Agung tetap menolak bekerja sama dengan VOC.
Tetapi lambat laun karena melihat rakyatnya mengalami krisis pangan, Sultan Agung akhirnya mulai berpikir untuk memanfaatkan VOC dalam persaingan menghadapi Surabaya dan Banten. Maka pada 1621, Mataram mulai melakukan penjajakan hubungan dengan VOC. Tetapi persyaratan yang dimintai Sultan Agung untuk menyerang Surabaya ditolak.
Baca juga: Serangan Kerajaan Mataram ke Blambangan Usai Sultan Amangkurat I Dapat Bisikan Ulama
Dikisahkan pada buku "Tuah Bumi Mataram: Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II" tulisan Peri Mardiyono, karena tekadnya melawan kolonialisme, Sultan Agung pernah menyerang VOC di Batavia. Raja muda yang naik tahta pada usia 20 tahun ini terkenal cukup berani dalam memerangi kolonialisme.
Bahkan saat VOC yang bermarkas di Ambon pada 1614, VOC mengajak Sultan Agung bekerja sama dengan mengirimkan delegasinya ke Mataram. Tetapi permintaan negosiasi ini ditolak mentah-mentah oleh Sultan Agung.
Nahas empat tahun kemudian pada 1618 Masehi, Mataram dilanda gagal panen akibat perang yang berlarut - larut melawan Surabaya. Meski begitu sulit dan mengalami krisis pangan, Sultan Agung tetap menolak bekerja sama dengan VOC.
Tetapi lambat laun karena melihat rakyatnya mengalami krisis pangan, Sultan Agung akhirnya mulai berpikir untuk memanfaatkan VOC dalam persaingan menghadapi Surabaya dan Banten. Maka pada 1621, Mataram mulai melakukan penjajakan hubungan dengan VOC. Tetapi persyaratan yang dimintai Sultan Agung untuk menyerang Surabaya ditolak.
Lihat Juga :