Melihat Koleksi Museum Betawi di Setu Babakan, Ada Roti Buaya hingga Katapel Raksasa
Minggu, 22 Juni 2025 - 01:00 WIB
Staf Satuan Pelaksana Edukasi, Informasi, dan Pelayanan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Shafrina Fauzia mengatakan, Museum Betawi ini bangunannya sudah ada sejak tahun 2015. "Dibuka untuk umum di tahun 2017, bertepatan dengan Lebaran Betawi waktu itu. Hingga akhirnya diperbaharui. Tahun 2022 kami resmi terdaftar di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sampai sekarang masih aktif," ujar Shafrina Fauzia kepada SindoNews.
Staf Satuan Pelaksana Edukasi, Informasi, dan Pelayanan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Shafrina Fauzia. Foto/Dzikry Subhanie
Perempuan yang akrab disapa Mpok Riri ini mengatakan, Museum Betawi buka pada hari Selasa hingga Jumat pukul 09.00 WIB-15.00 WIB. "Hari Sabtu dan Minggu jam 9 pagi sampai jam 8 malam," ujarnya.
Soal jumlah pengunjung yang datang, Mpok Riri mengatakan, mereka secara rutin menerima kunjungan sekolah. "Bisa sampai 100 sampai 200 per harinya. "Kalau untuk momen seperti ini (HUT Jakarta), karena dari pagi sampai malam, bisa sampai 500 pengunjung," katanya.
Dia juga menyebut beragam acara digelar di Setu Babakan pada momen HUT ke-498 Jakarta ini. "Museum Betawi ini karena berada di bawah Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, kami tentu saja turut meramaikan HUT Jakarta, dengan menampilkan kegiatan Gebyar Seni udaya Setu Babakan, Hajatan di Perkampungan Budaya Betawi. Untuk hari ini, 21 Juni, kami ada kegiatan dari pagi sampai malam. Isinya itu kegiatan workshop pengenalan seni budaya, pagelaran kesenian. Ada juga Planetarium Mini, bekerja sama dengan Unit Pengelola Taman Ismail Marzuki."
Staf Satuan Pelaksana Edukasi, Informasi, dan Pelayanan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Shafrina Fauzia. Foto/Dzikry Subhanie
Perempuan yang akrab disapa Mpok Riri ini mengatakan, Museum Betawi buka pada hari Selasa hingga Jumat pukul 09.00 WIB-15.00 WIB. "Hari Sabtu dan Minggu jam 9 pagi sampai jam 8 malam," ujarnya.
Soal jumlah pengunjung yang datang, Mpok Riri mengatakan, mereka secara rutin menerima kunjungan sekolah. "Bisa sampai 100 sampai 200 per harinya. "Kalau untuk momen seperti ini (HUT Jakarta), karena dari pagi sampai malam, bisa sampai 500 pengunjung," katanya.
Dia juga menyebut beragam acara digelar di Setu Babakan pada momen HUT ke-498 Jakarta ini. "Museum Betawi ini karena berada di bawah Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, kami tentu saja turut meramaikan HUT Jakarta, dengan menampilkan kegiatan Gebyar Seni udaya Setu Babakan, Hajatan di Perkampungan Budaya Betawi. Untuk hari ini, 21 Juni, kami ada kegiatan dari pagi sampai malam. Isinya itu kegiatan workshop pengenalan seni budaya, pagelaran kesenian. Ada juga Planetarium Mini, bekerja sama dengan Unit Pengelola Taman Ismail Marzuki."
(zik)
Lihat Juga :