Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Yekis Wanimbo, Donatur KKB Beli Senjata Api

Rabu, 11 Juni 2025 - 13:49 WIB
Tim Gabungan Satgas Gakkum dan Intel Operasi Damai Cartenz menangkap DPO Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Puncak Yekis Wanimbo alias Salahmakan Tabuni. Dia terlibat dalam aksi pembakaran Camp PT Unggul. Foto: Ist
TIMIKA - Tim Gabungan Satgas Gakkum dan Intel Operasi Damai Cartenz menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Puncak Yekis Wanimbo alias Salahmakan Tabuni. Dia terlibat dalam aksi pembakaran Camp PT Unggul di Kampung Mundidok, Kabupaten Puncak, Papua, pada 2021.

Penangkapan dilakukan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa, 10 Juni 2025 pukul 14.35 WIT. Pelaku langsung dibawa ke Posko Gakkum Unit Timika untuk pemeriksaan intensif.



Kaops Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan penangkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menegakkan hukum terhadap pelaku kejahatan bersenjata di Papua.

Baca juga: 3 Penyebab KKB Papua Sulit Diberantas

“Salahmakan Tabuni merupakan bagian dari KKB pimpinan Numbuk Telenggen. Dia berperan aktif dalam aksi pembakaran fasilitas vital milik PT Unggul di Puncak pada 2021,” ujar Faizal, Rabu (11/6/2025).

Berdasarkan penyelidikan, Salahmakan terlihat bersama Beniku Tabuni dan Alenus Tabuni saat membakar camp PT Unggul. Mereka menyiram bangunan dengan bensin dan membakarnya menggunakan korek api sebagaimana disaksikan Junius Waker alias Lupa Waker.

Tersangka diketahui bernama lengkap Yekis Wanimbo, lahir di Ilaga, 1 Februari 1994, beralamat di Desa Walani, Kwamki Narama. Selain sebagai petani, dia juga aktif mendulang emas di Kali Kuluk, Distrik Tembagapura, yang hasilnya diduga digunakan untuk mendanai kegiatan KKB, termasuk pembelian senjata api.

Dari hasil sinyal intelijen diketahui bahwa pada Senin, 9 Juni 2025, Salahmakan merencanakan pergeseran ke Timika dan mengubah penampilannya dengan mencukur rambut serta jenggot untuk menghindari identifikasi. Dia hendak menemui seseorang bernama Yoyakim Mujizau, yang kini juga tengah dalam penyelidikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!