Gubernur Perempuan di Jawa, Kepuasan Kinerja Khofifah Saingi KDM dan Kalahkan Pram
Kamis, 29 Mei 2025 - 13:41 WIB
Survei Indikator Politik Indonesia periode Mei 2025 menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap 100 hari kinerja pemerintahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Tinggi tinggi. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - Survei Indikator Politik Indonesia periode Mei 2025 menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap 100 hari kinerja pemerintahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tinggi . Bahkan tingkat kepuasan itu melewati Gubernur Jakarta Pramono Anung dan bersaing dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
"Jawa timur cukup kompetitif, 75%. Tetapi kita tau Khofifah ini satu-satunya gubernur perempuan di Jawa dan dia dua kali menjadi Gubernur Jatim," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi. Baca juga: Survei Indikator: 69,7% Warga Tak Percaya Ijazah Jokowi Palsu
Survei Indikator merekam kepuasan publik atas kinerja Khofifah melampaui jauh Pramono yang hanya mendapat 60,0%. Sedangkan jika dibandingkan dengan Dedy Mulyadi bersaing cukup sengit yakni ada pada persentase 94,7%.
Dia menyebut kepuasan publik terhadap Khofifah yang tinggi didukung berkat berbagai kebijakannya mampu memberi dampak positif signifikan bagi masyarakat. Misalnya penyediaan lembaga pendidikan tinggi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga ketersediaan bahan pangan.
"Jawa timur cukup kompetitif, 75%. Tetapi kita tau Khofifah ini satu-satunya gubernur perempuan di Jawa dan dia dua kali menjadi Gubernur Jatim," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi. Baca juga: Survei Indikator: 69,7% Warga Tak Percaya Ijazah Jokowi Palsu
Survei Indikator merekam kepuasan publik atas kinerja Khofifah melampaui jauh Pramono yang hanya mendapat 60,0%. Sedangkan jika dibandingkan dengan Dedy Mulyadi bersaing cukup sengit yakni ada pada persentase 94,7%.
Dia menyebut kepuasan publik terhadap Khofifah yang tinggi didukung berkat berbagai kebijakannya mampu memberi dampak positif signifikan bagi masyarakat. Misalnya penyediaan lembaga pendidikan tinggi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga ketersediaan bahan pangan.
Lihat Juga :