5 Fakta Ledakan Amunisi di Garut yang Mengejutkan, Investigasi Terus Berlanjut
Rabu, 14 Mei 2025 - 19:41 WIB
Nahas, ledakan dahsyat justru terjadi saat penyusunan sisa detonator di lubang ketiga tepat setelah dua lubang lainnya selesai digunakan.
Prajurit yang gugur yakni Kolonel Cpl Antonius Hermawan (Kepala Gudang Gupusmu III), Mayor Cpl Anda Rohanda (Kepala Seksi Administrasi Pergudangan), Kopda Eri Priambodo, dan Pratu Aprio Setiawan. Kehadiran warga sipil di lokasi menjadi sorotan utama, karena area tersebut seharusnya steril.
Lokasi ini rutin digunakan untuk pemusnahan amunisi kedaluwarsa dan dianggap aman karena jauh dari permukiman warga. Camat Cibalong juga menyebut selalu memberi pemberitahuan kepada kecamatan sebelum kegiatan dan warga sudah terbiasa dengan suara ledakan.
Namun, insiden ini memunculkan pertanyaan besar. Ledakan tak terduga menimbulkan kecurigaan adanya kelalaian dalam standar operasional prosedur (SOP).
2. 13 Korban Jiwa
Tragedi ini merenggut 13 nyawa terdiri dari empat anggota TNI AD dan sembilan warga sipil.Prajurit yang gugur yakni Kolonel Cpl Antonius Hermawan (Kepala Gudang Gupusmu III), Mayor Cpl Anda Rohanda (Kepala Seksi Administrasi Pergudangan), Kopda Eri Priambodo, dan Pratu Aprio Setiawan. Kehadiran warga sipil di lokasi menjadi sorotan utama, karena area tersebut seharusnya steril.
3. Lokasi Ledakan Jauh dari Permukiman Warga
Lokasi peledakan diketahui sangat jauh dari permukiman warga setempat. Tempatnya berada di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut.Lokasi ini rutin digunakan untuk pemusnahan amunisi kedaluwarsa dan dianggap aman karena jauh dari permukiman warga. Camat Cibalong juga menyebut selalu memberi pemberitahuan kepada kecamatan sebelum kegiatan dan warga sudah terbiasa dengan suara ledakan.
Namun, insiden ini memunculkan pertanyaan besar. Ledakan tak terduga menimbulkan kecurigaan adanya kelalaian dalam standar operasional prosedur (SOP).
Lihat Juga :