Kembangkan Produk dan Pemasaran, UMKM di Bali Belajar Pemanfaatan AI
Sabtu, 10 Mei 2025 - 08:10 WIB
"Gaya elegan dan kuat. Bukan sekadar kopi. Ini warisan rasa dari tanah Bali. Meluwes kopi luwak arabika Kintamani yang kaya karakter dan aroma pilihan bagi yg tahu cara menikmati hidup," tulis AI lagi.
Tidak berhenti sampai di sini. AI juga membuatkan tagar untuk produk kopi luwak yang sudah menembus pasar luar negeri ini. Cerdasnya lagi, AI sampai menawarkan versi bahasa Bali untuk membuat caption. "Beruntung sekali saya ikut," ujar Pande Wiranata, owner De Nata Bakery, usaha donat yang salah satunya menyuguhkan topping sambal matah.
Meski baru pertama mengenal dan memanfaatkan AI, dalam pelatihan sehari itu Pande sukass menciptakan dua desain produk untuk usahanya. "Dulu sampai meng-hire admin untuk memposting dan hasil editan desain lebih bagus ini," tuturnya. Baca juga: AI Bisa Antisipasi Kecurangan Tes Rekrutmen Karyawan
Semangat juga ditunjukkan Gusti Ngurah Sinarsa Putra, petani melon premium yang telah menjadi langganan toko swalayan dan super market di Bali. Petani yang kini mengembangkan agro wisata petik melon di Selat, Karangasem ini mengaku mendapatkan ilmu baru cara membuat caption video untuk diunggah ke media sosial.
"Dulu bisa seharian membikin video dan caption-nya. AI sangat membantu sesuai dengan kemauan dan gaya kita," ujar petani yang memiliki lahan melon 7 hektare ini.
Tidak berhenti sampai di sini. AI juga membuatkan tagar untuk produk kopi luwak yang sudah menembus pasar luar negeri ini. Cerdasnya lagi, AI sampai menawarkan versi bahasa Bali untuk membuat caption. "Beruntung sekali saya ikut," ujar Pande Wiranata, owner De Nata Bakery, usaha donat yang salah satunya menyuguhkan topping sambal matah.
Meski baru pertama mengenal dan memanfaatkan AI, dalam pelatihan sehari itu Pande sukass menciptakan dua desain produk untuk usahanya. "Dulu sampai meng-hire admin untuk memposting dan hasil editan desain lebih bagus ini," tuturnya. Baca juga: AI Bisa Antisipasi Kecurangan Tes Rekrutmen Karyawan
Semangat juga ditunjukkan Gusti Ngurah Sinarsa Putra, petani melon premium yang telah menjadi langganan toko swalayan dan super market di Bali. Petani yang kini mengembangkan agro wisata petik melon di Selat, Karangasem ini mengaku mendapatkan ilmu baru cara membuat caption video untuk diunggah ke media sosial.
"Dulu bisa seharian membikin video dan caption-nya. AI sangat membantu sesuai dengan kemauan dan gaya kita," ujar petani yang memiliki lahan melon 7 hektare ini.
(poe)
Lihat Juga :