Terapkan Teknologi Biostimulan, Produksi Padi di Karawang Meningkat
Sabtu, 03 Mei 2025 - 13:48 WIB
Kegiatan ini untuk membuktikan implementasi teknologi budidaya padi dengan SOP mampu meningkatkan produktivitas padi dari 3 ton/hektare GKP menjadi rata-rata 7 ton/ hektare GKP dengan biaya rendah dan penyehatan tanah.
Baca juga: 51 Kolonel Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan Akhir April 2025, Berikut Ini Namanya
Acara ini dihadiri oleh pimpinan wilayah Bulog Jawa Barat, pimpinan cabang Bulog Karawang, tim PMO Mitra Tani Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Guru besar IPB University sebagai ahli tanah, Komandan Distrik Militer (Kodim) Kabupaten Karawang serta undangan lainnya.
Berdasarkan perhitungan BPS, hasil ubinan di tiga titik plot berbeda menunjukan hasil dalam GKP yakni 6.49 ton/hektare, 8.19 ton/hektare dan 7.58 ton/hektar. Hasil tersebut menunjukan kenaikan produksi signifikan dari 3 ton/hektare di rata-rata hasil panen sebelumnya.
Guru Besar Jurusan Ilmu Tanah IPB University Prof Budi Mulyanto mengatakan, peningkatan hasil panen ini diperoleh melalui perbaikan dalam Standar Operating Procedure (SOP) budidaya dari pengolahan tanah hingga panen yang terstruktur dan tercatat secara kuantitatif.
“Varietas Inpari 32 yang digunakan ini memiliki potensi mencapai 10 ton/hektare, dengan perbaikan SOP dan pengembalian kesehatan tanah menjadi kunci untuk peningkatan hasil ini,” ujarnya, Sabtu (3/5/2025).
Baca juga: 51 Kolonel Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan Akhir April 2025, Berikut Ini Namanya
Acara ini dihadiri oleh pimpinan wilayah Bulog Jawa Barat, pimpinan cabang Bulog Karawang, tim PMO Mitra Tani Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Guru besar IPB University sebagai ahli tanah, Komandan Distrik Militer (Kodim) Kabupaten Karawang serta undangan lainnya.
Berdasarkan perhitungan BPS, hasil ubinan di tiga titik plot berbeda menunjukan hasil dalam GKP yakni 6.49 ton/hektare, 8.19 ton/hektare dan 7.58 ton/hektar. Hasil tersebut menunjukan kenaikan produksi signifikan dari 3 ton/hektare di rata-rata hasil panen sebelumnya.
Guru Besar Jurusan Ilmu Tanah IPB University Prof Budi Mulyanto mengatakan, peningkatan hasil panen ini diperoleh melalui perbaikan dalam Standar Operating Procedure (SOP) budidaya dari pengolahan tanah hingga panen yang terstruktur dan tercatat secara kuantitatif.
“Varietas Inpari 32 yang digunakan ini memiliki potensi mencapai 10 ton/hektare, dengan perbaikan SOP dan pengembalian kesehatan tanah menjadi kunci untuk peningkatan hasil ini,” ujarnya, Sabtu (3/5/2025).
Lihat Juga :