Hasutan Tumenggung ke Putra Mahkota Mataram Picu Penyerangan ke Keraton Mataram

Sabtu, 19 April 2025 - 08:37 WIB
Semuanya sedang sibuk membangun keraton baru. Dikatakan dalam Serat Kandha, yang dikutip SindoNews, Sabtu (19/4/2025) dari buku "Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I", Tumenggung Silingsingan, yang marah karena kecurigaan Raja, mengingatkan adik Raja bahwa Sultan Agung pernah berkata bahwa ia "harus turut menikmati keuntungan-keuntungan dan pendapatan-pendapatan Mataram".

Maka kesempatan itu diminta oleh Tumenggung Silisingan dan koleganya untuk dimanfaatkan oleh Pangeran Alit. Saat itu memang usia sang putra mahkota baru 19 tahun sehingga secara emosional masih belum matang. Pangeran Alit pun langsung menyetujui rencana Tumenggung Pasisingan dan koleganya.

Baca juga: Kisah Kerajaan Mataram Bangun Istana Megah yang di Dalamnya Terdapat Masjid

Pangeran Alit langsung memerintahkan mengadakan serangan terhadap Alun-alun selatan keraton. Sebenarnya sebelum melakukan serangan, Pangeran Alit masih menunggu menantikan embannya, Tumenggung Danupaya, tetapi Tumenggung Pasisingan tidak mau menunda. Lurah-lurahnya menyokongnya sehingga Pangeran Alit memberikan persetujuannya pula.

Tumenggung Pasisingan menentukan bahwa serangan akan dilakukan malam hari berikut, sewaktu para pekerja paksa sedang kembali pulang. Pada saat itu Tumenggung Agrayuda, setelah menerima aba-aba dari ayahnya, bersama orang-orang yang bersenjata harus mulai menyerang dari alun-alun selatan. Tetapi Pangeran Purbaya cepat mengetahui rencana ini dan memberitahukan kepada Raja.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!