Bangunan Suci Peninggalan Kerajaan Majapahit dari Kagenengan, Antahpura, hingga Bhayalango
Sabtu, 12 April 2025 - 08:15 WIB
Terdapat beberapa tipe peninggalan bangunan Kerajaan Singasari dan Majapahit. Selain candi, ada bangunan suci yang masuk kategori purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit. Foto: Ist
TERDAPATbeberapa tipe peninggalan bangunan dari Kerajaan Singasari dan Majapahit . Selain candi, ada bangunan suci yang masuk kategori purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit, salah satunya difungsikan sebagai tempat pendharmaan atau pemakaman raja.
Bangunan suci yang dijadikan tempat pendharmaan raja disebut dharma haji. Jenis bangunan yang masuk kategori ini ada 27 buah mulai dari Kagenengan, Tumapel, Kidal, Jajaghu, Weda-wedwan, Tudan, Pikatan, Bukul, Jawa-jawa, Antang, dan Antasari.
Baca juga: Kisah Raja Singasari Wisnuwardhana Menumpas Amukan Pemberontak Linggapati
Kemudian, bangunan berupa Kalangbret, Jaga, Balitar, Cilabrit, Waleri, Babeg, Kukap, Lumbang, Pagor, Antahpura, Segala, Simping, Ranggapura, Buddhi Kuncir, Prajnaparamita puri, serta Bhayalango.
"Dari semua nama bangunan suci itu yang dengan pasti dapat kita kenali kembali hanyalah Tumapel (Singosari), Kidal, Jajaghu (Jago), Jawa-jawa (Jawi), Simping, dan Bhayalango," demikian dikutip dari buku 700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai.
Candi Kagenengan dikenal sebagai dharma raja Rajasa atau Ken Angrok, namun tidak dapat kita ketahui tempatnya di mana atau candi yang mana. Demikian pula halnya dengan Antahpura yaitu dharma raja Kertarajasa. Prajnaparamita puri mungkin sekali tempat didharmakannya Rajapatni di Bayanglangu atau Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur.
Bangunan suci yang dijadikan tempat pendharmaan raja disebut dharma haji. Jenis bangunan yang masuk kategori ini ada 27 buah mulai dari Kagenengan, Tumapel, Kidal, Jajaghu, Weda-wedwan, Tudan, Pikatan, Bukul, Jawa-jawa, Antang, dan Antasari.
Baca juga: Kisah Raja Singasari Wisnuwardhana Menumpas Amukan Pemberontak Linggapati
Kemudian, bangunan berupa Kalangbret, Jaga, Balitar, Cilabrit, Waleri, Babeg, Kukap, Lumbang, Pagor, Antahpura, Segala, Simping, Ranggapura, Buddhi Kuncir, Prajnaparamita puri, serta Bhayalango.
"Dari semua nama bangunan suci itu yang dengan pasti dapat kita kenali kembali hanyalah Tumapel (Singosari), Kidal, Jajaghu (Jago), Jawa-jawa (Jawi), Simping, dan Bhayalango," demikian dikutip dari buku 700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai.
Candi Kagenengan dikenal sebagai dharma raja Rajasa atau Ken Angrok, namun tidak dapat kita ketahui tempatnya di mana atau candi yang mana. Demikian pula halnya dengan Antahpura yaitu dharma raja Kertarajasa. Prajnaparamita puri mungkin sekali tempat didharmakannya Rajapatni di Bayanglangu atau Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur.
Lihat Juga :