Hotel di Jatim Mulai Kurangi Hari Kerja, Ancaman PHK Makin Nyata
Rabu, 09 April 2025 - 13:32 WIB
Sektor perhotelan di Jawa Timur (Jatim) Indonesia tengah menghadapi ancaman setelah okupansi atau tingkat hunian hotel terjun bebas di angka 20 persen. Foto/Ilustrasi/Ist
SURABAYA - Sektor perhotelan di Jawa Timur (Jatim) Indonesia tengah menghadapi ancaman setelah okupansi hotel atau tingkat hunian terjun bebas di angka 20 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Dwi Cahyono mengungkapkan, pada saat hari H Lebaran 2025, rata-rata okupansi hotel hanya di kisaran 65 persen hingga 70 persen.
Baca juga: Selama Maret 2021, Daya Beli Nelayan Jawa Timur Turun
Capaian itu jauh di bawah okupansi pada Lebaran tahun lalu yang bisa mencapai 90 persen.
“Lebaran tahun ini okupansi turun hampir 20 persen,” katanya, Rabu (9/4/2025).
Dia menduga bahwa, penurunan okupansi itu akibat daya beli masyarakat yang menurun. Kemudian banyak masyarakat yang enggan untuk membelanjakan uangnya karena situasi ekonomi yang tidak menentu.
Kondisi ini diperburuk dengan kebijakan salah satu pemerintah provinsi (pemprov) yang melarang study tour sekolah.
Baca juga: Deretan 26 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Pol
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Dwi Cahyono mengungkapkan, pada saat hari H Lebaran 2025, rata-rata okupansi hotel hanya di kisaran 65 persen hingga 70 persen.
Baca juga: Selama Maret 2021, Daya Beli Nelayan Jawa Timur Turun
Capaian itu jauh di bawah okupansi pada Lebaran tahun lalu yang bisa mencapai 90 persen.
“Lebaran tahun ini okupansi turun hampir 20 persen,” katanya, Rabu (9/4/2025).
Dia menduga bahwa, penurunan okupansi itu akibat daya beli masyarakat yang menurun. Kemudian banyak masyarakat yang enggan untuk membelanjakan uangnya karena situasi ekonomi yang tidak menentu.
Kondisi ini diperburuk dengan kebijakan salah satu pemerintah provinsi (pemprov) yang melarang study tour sekolah.
Baca juga: Deretan 26 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Pol
Lihat Juga :