Masyarakat Anggap Biasa Covid-19 , Wali Kota Jaktim: Kalau Kena Baru Anggap Luar Biasa

Kamis, 03 September 2020 - 22:03 WIB
"Masyarakat kita, terutama yang di kampung-kampung, di kawasan padat sering ngerumpi dan berkumpul tidak menggunakan masker. Ini tentunya menjadi klaster baru," bebernya. (Baca juga: Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.406 Orang, Sumbernya Rumah dan Perkantoran)

Menyikapi hal itu, Anwar memastikan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur tetap akan bekerja maksimal guna menekan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan membangun tugu Covid-19 di 10 kecamatan yang memiliki kasus terbanyak sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat akan bahayanya Covid-19.

"Fasilitas RS di DKI Jakarta sudah hampir terpakai, baik ICU maupun isolasi. Tentunya Pak Gubernur nanti akan mengambil langkah-langkah berikutnya," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Uus Kuswanto, menyebutkan, masih ada satu kecamatan di Jakarta Timur yang memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi yakni Kecamatan Duren Sawit dengan jumlah pasien terkonfirmasi mencapai 852 kasus.

"Untuk status Jakarta Timur naik turun, kalau sekara zona merah. Sebelumnya sempat keluar dari zona merah. Tapi sekarang jadi zona merah lagi," katanya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!