Momen Perubahan Gaya Hidup Sultan Hamengkubuwono IV yang Berseberangan dengan Pangeran Diponegoro

Jum'at, 17 Januari 2025 - 07:44 WIB
Pengelolaan hak sewa tanah di lereng Gunung Merapi menjadikan Pangeran Diponegoro harus berseberangan dengan sang adik Sultan Hamengkubuwono (HB) IV. Foto: Dok SINDOnews
PENGELOLAANhak sewa tanah di lereng Gunung Merapi menjadikan Pangeran Diponegoro harus berseberangan dengan adiknya. Sang adik Sultan Hamengkubuwono (HB) IV yang naik takhta sebagai penguasa di usia muda menjadi mudah dikendalikan eksternal Keraton Yogyakarta, terutama Belanda.

Sang Sultan memberikan hak sewa lahan kepada Belanda dan warga Eropa yang memunculkan kontroversi. Tak cuma di lereng Gunung Merapi, ada beberapa pemberian hak sewa tanah di beberapa lokasi di Yogyakarta.



Baca juga: Kebal Peluru, Kesaktian Pangeran Diponegoro Sirna karena Tergoda Perempuan

Saat itu Residen Belanda di Yogyakarta dan Surakarta Nahuys Van Burgst mengajukan secara khusus terkait hak sewa tanah kepada sang sultan muda. Hak penyewaan tanah ke Belanda memaksa penduduk pribumi terjepit.

Sebagaimana dikutip dari buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785-1855" karya Peter Carey, warga di lereng Gunung Merapi diharuskan berkebun kopi. Belum lagi setelah itu efek Residen Belanda Nahuys terasa hingga hukum agraria Jawa bisa berganti.

Orang-orang Eropa dan Tionghoa diberikan kuasa menyewa tanah. Hal ini sama dengan apa yang didapat pejabat-pejabat Jawa dan kaum priyayi lainnya. Pola perubahan tingkah laku pun terjadi baik di Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!