Cerita Megawati Usung Pramono-Doel di Pilkada Jakarta: Gue Tunjukin Silatnya
Jum'at, 10 Januari 2025 - 17:05 WIB
Presiden ke-5 RI itu mengatakan, meski ada di beberapa provinsi yang calonnya kalah, tetapi di tingkat bawah yakni kabupaten/kota, jagoan PDIP menang. "Itulah yang membuat kita masih number one," ujarnya.
Ibunda dari Prananda Prabowo ini lantas kembali bicara soal Pilkada Jakarta. Menurutnya, Pramono Anung tadinya nangis-nangis tidak mau diusung. "Kayak ini Pak Pram iku tadinya nangis-nangis. Saya keren lho kalau memerintahkan, keren saya," kata Megawati.
Megawati kemudian menceritakan apa yang dikatakannya kepada Pramono Anung yang kala itu duduk di depannya. "Saya Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan. Saya minta kamu untuk Calon DKI," kata Megawati.
Baca Juga: Megawati: KPK Masak Nggak Ada Kerjaan Lain, yang Diubrek-ubrek Hanya Hasto!
Menurut Megawati, saat itu muka Pramono langsung memerah. Ketika Pramono menjawab tidak mau, Megawati langsung berkata, "Ini perintah Ketua Umum."
Pramono yang hadir dalam acara HUT ke-52 PDIP tampak bertepuk tangan.
Kembali ke Megawati. Perempuan kelahiran 23 Januari 1947 itu lalu meminta Pramono keluar dan menelepon istrinya. Akhirnya, Pramono pun bersedia dicalonkan karena istrinya bilang kalau itu perintah Ketua Umum PDIP, harus nurut. "Hore...Jadi dia," kata Megawati.
Ibunda dari Prananda Prabowo ini lantas kembali bicara soal Pilkada Jakarta. Menurutnya, Pramono Anung tadinya nangis-nangis tidak mau diusung. "Kayak ini Pak Pram iku tadinya nangis-nangis. Saya keren lho kalau memerintahkan, keren saya," kata Megawati.
Megawati kemudian menceritakan apa yang dikatakannya kepada Pramono Anung yang kala itu duduk di depannya. "Saya Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan. Saya minta kamu untuk Calon DKI," kata Megawati.
Baca Juga: Megawati: KPK Masak Nggak Ada Kerjaan Lain, yang Diubrek-ubrek Hanya Hasto!
Menurut Megawati, saat itu muka Pramono langsung memerah. Ketika Pramono menjawab tidak mau, Megawati langsung berkata, "Ini perintah Ketua Umum."
Pramono yang hadir dalam acara HUT ke-52 PDIP tampak bertepuk tangan.
Kembali ke Megawati. Perempuan kelahiran 23 Januari 1947 itu lalu meminta Pramono keluar dan menelepon istrinya. Akhirnya, Pramono pun bersedia dicalonkan karena istrinya bilang kalau itu perintah Ketua Umum PDIP, harus nurut. "Hore...Jadi dia," kata Megawati.
Lihat Juga :