Kisah Keraton Yogyakarta Diperas Rp37 Miliar oleh Residen Belanda

Senin, 06 Januari 2025 - 06:55 WIB
Penampakan Keraton Yogykarta Tahun 1890. FOTO/IST
Permintaan uang dari Belanda ke Keraton Yogyakarta semasa Gustaf Wilhelm Wiese bertahta terpaksa dituruti. Wiese yang menjadi Residen Belanda di Yogyakarta itu meminta Keraton Yogyakarta, uang dalam jumlah tak sedikit pada 1810.

Konon dana itu untuk keperluan dana perang yang sedang dihimpun oleh gubernur jenderal. Tidak ada catatan mengenai jawaban sultan. Namun demikian, sudah diketahui dari sumber lain, bahwa Daendels mendapat 200.000 dolar Spanyol atau sekitar Rp37 miliar dalam uang sekarang.



Uang itu konon juga dibagi ke Gubernur Jenderal Belanda William Daendels sebesar 196.320 dolar Spanyol atau sekitar Rp27,5 miliar jika dinominalkan saat ini. Uang itu konon berasal dari pembayaran untuk tentara dan pejabat sipilnya pada Desember 1810.

Baca juga: Hubungan Gelap Residen Belanda dengan Putri Keraton Yogyakarta Bikin Pangeran Diponegoro Meradang

Setelah dia mengirim ekspedisi militer ke Yogyakarta saat pecahnya pemberontakan Raden Ronggo, dikutip dari "Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Riwayat Raden Ronggo Prawirodirjo III dari Madiun, sekitar 1779 - 1810".

Menurut babad Keraton Yogyakarta, sultan sudah terlebih dulu memberikan barang perhiasan dari emas senilai 50.000 gulden Hindia Belanda atau sekitar Rp3 miliar dalam uang sekarang. Tak hanya itu, berbagai hadiah resmi lainnya melalui Patih Yogyakarta, yang disampaikan kepada Daendels di Semarang akhir September 1808.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!