Catatan Blusukan Ridwan Kamil di Jakarta: Dikerubungi Emak-emak, Gendong Warga, hingga Dolan Gang Sempit

Sabtu, 23 November 2024 - 21:07 WIB
Cagub Jakarta Ridwan Kamil bersama warga saat blusukan ke wilayah Jakarta. FOTO/IST
JAKARTA - Nasi uduk ikan tongkol, sambil duduk kita ngobrol. Sebuah pantun singkat yang spontan muncul dari mulut Ridwan Kamil saat ia melakukan blusukan. Dalam dua bulan masa kampanye Pilkada Jakarta tak kurang dari 500 titik kota ini telah ia sambangi.

Dalam kurun waktu kampanye 59 hari, Ridwan Kamil menghabiskan sebagian besar waktunya di gang-gang sempit dan kampung kumuh yang tersebar di seantero kota. Tak ketinggalan, Kepulauan Seribu juga ia hampiri. Tujuannya hanya satu memastikan dirinya siap saat diberikan mandat oleh rakyat untuk memimpin Jakarta lima tahun ke depan.



Rata-rata setiap harinya dia blusukan ke 10 titik. Terkadang, hingga 12 titik dalam satu hari. Mengamati situasi sekeliling, mencatat, menyerap, dan yang terpenting: mendengarkan aspirasi, keluh kesah, dan usulan warga setempat.



Empatik dan Tanpa Jarak

Pria kelahiran Bandung 53 tahun lalu dikenal sebagai orang yang luwes dan tanpa jarak. Hal ini juga tampak dalam interaksinya dengan warga Jakarta. Di Duren Sawit, Jakarta Timur, selepas blusukan di Kanal Banjir Timur, ia mendadak menjajakan nasi uduk. Di situlah, pantun singkat di atas terlontar.

Sembari sarapan nasi uduk, di depan warung kecil, ia dikerubungi warga–kebanyakan kaum hawa–yang mencurahkan keluh kesah mereka. Curhatan yang ia dengarkan dengan seksama, sembari terkadang melempar guyonan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!