Semeru Berstatus Waspada, 10 Kali Erupsi Beruntun hingga Pagi Ini
Minggu, 17 November 2024 - 06:42 WIB
Gunung Semeru mengalami 10 kali erupsi sejak dini hari hingga pagi ini, Minggu (17/11/2024). Foto/PVMBG
LUMAJANG - Gunung Semeru mengalami 10 kali erupsi sejak dini hari hingga pagi ini, Minggu (17/11/2024). Gunung Semeru yang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus waspada atau level II.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan erupsi tercatat sejak pukul 00.16 WIB, 00.30 WIB, 00.39 WIB, 01.11 WIB, 01.16 WIB, 01.35 WIB, 05.14 WIB, 05.29 WIB, 06.10 WIB, dan 06.16 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Liswanto menyampaikan bahwa erupsi terakhir pagi ini terjadi pukul 06:16 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 m di atas puncak (sekitar 4176 m di atas permukaan laut).
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 800 Meter
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/11/2024).
Liswanto mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan erupsi tercatat sejak pukul 00.16 WIB, 00.30 WIB, 00.39 WIB, 01.11 WIB, 01.16 WIB, 01.35 WIB, 05.14 WIB, 05.29 WIB, 06.10 WIB, dan 06.16 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Liswanto menyampaikan bahwa erupsi terakhir pagi ini terjadi pukul 06:16 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 m di atas puncak (sekitar 4176 m di atas permukaan laut).
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 800 Meter
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/11/2024).
Liswanto mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).
Lihat Juga :