Warning! Kasus TBC di Jakarta Tembus 30 Ribu
Rabu, 11 September 2024 - 14:47 WIB
Sementara itu Ani mengatakan, pihaknya juga sempat mencanangan Kampung Siaga TBC, dengan target 2030 Jakarta bebas dari TBC. Terdapat 267 RW di 267 kelurahan Jakarta yang ikut dalam pencanangan kampung siaga TBC.
"Jadi secara nasional kita punya target bahwa di 2030 tidak ada lagi kasus TB baru, maka kita masif kan dan berbasis komunitas dalam bentuk kampung siaga TBC. Supaya masyarakat dan komunitas, bersama dengan kami bisa mengendalikan TBC di lingkungan masing-masing," ujar dia.
"Kita buat beberapa, ada 267 RW di 267 kelurahan. Jadi kita ambil 1 RW di setiap kelurahan untuk kita piloting sebagai kampung siaga TBC. Nanti kalau sudah berhasil akan kita lakukan di setiap RW sehingga diharapkan pengendalian TBC akan lebih masif," pungkas dia.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyambangi RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Peninjauan itu dilakukan untuk melihat layanan Tuberculosis Multi Drug Resistance (TB MDR), layanan luka bakar terpadu, dan layanan stroke. Dalam kesempatan itu, Heru mengungkap kasus TBC di Jakarta saat ini cukup tinggi.
"Jadi data yang ada mengenai TB di DKI cukup tinggi, artinya namanya TB manusia yang bergerak hilir mudik, jadi tidak hanya bisa tertular berada di Jakarta saja, tapi kita tidak tahu mereka beraktivitas di mana. Maka dari itu perlu kerja sama sekali lagi wilayah Jakarta dengan daerah lainnya, seperti Bekasi, Depok, Tangerang," kata Heru, Rabu (11/9/2024).
"Jadi secara nasional kita punya target bahwa di 2030 tidak ada lagi kasus TB baru, maka kita masif kan dan berbasis komunitas dalam bentuk kampung siaga TBC. Supaya masyarakat dan komunitas, bersama dengan kami bisa mengendalikan TBC di lingkungan masing-masing," ujar dia.
"Kita buat beberapa, ada 267 RW di 267 kelurahan. Jadi kita ambil 1 RW di setiap kelurahan untuk kita piloting sebagai kampung siaga TBC. Nanti kalau sudah berhasil akan kita lakukan di setiap RW sehingga diharapkan pengendalian TBC akan lebih masif," pungkas dia.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyambangi RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Peninjauan itu dilakukan untuk melihat layanan Tuberculosis Multi Drug Resistance (TB MDR), layanan luka bakar terpadu, dan layanan stroke. Dalam kesempatan itu, Heru mengungkap kasus TBC di Jakarta saat ini cukup tinggi.
"Jadi data yang ada mengenai TB di DKI cukup tinggi, artinya namanya TB manusia yang bergerak hilir mudik, jadi tidak hanya bisa tertular berada di Jakarta saja, tapi kita tidak tahu mereka beraktivitas di mana. Maka dari itu perlu kerja sama sekali lagi wilayah Jakarta dengan daerah lainnya, seperti Bekasi, Depok, Tangerang," kata Heru, Rabu (11/9/2024).
Lihat Juga :