Klaster Covid-19 dari Pabrik LG Cikarang Bertambah Empat Orang
Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:20 WIB
Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi mencatat karyawan yang terinfeksi covid-19 di PT LG Electronics Indonesia bertambah empat orang.Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya
BEKASI - Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi mencatat karyawan yang terinfeksi Covid-19 di PT LG Electronics Indonesia bertambah empat orang. Sehingga total karyawan LG yang terpapar virus corona sebanyak 242 orang.
”Bertambah empat orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari tes swab yang kami lakukan terhadap 776 sempel karyawan di perusahaan itu,” ungkap Wakil Juru Bica Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana di Pusat Isolasi Badan Pelayanan Kesehatan (Bapelkes) di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (26/8/2020).
Menurut dia, dari 242 orang yang terkonfirmasi Covid-19, 25 orang di antaranya kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit DKI Jakarta, Kota bekasi dan Kabupaten Bekasi. Mereka yang dirawat, karena mengalami berbagai gejala baik ringan hingga berat. Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri karena tidak dapat gejala.
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, lanjut Irfan, klaster di pabrik elektronik asal Jepang ini berasal kasus impor. Diduga kasus berawal dari karyawan yang terinfeksi covid-19 di luar perusahaan kemudian menularkannya hingga ke ratusan karyawan lainnya.”Jadi yang bisa saya sampaikan kasus LG ini adalah kasus sporadis imported case,” ujarnya. (Baca: Tutup 14 Hari, Menperin Sebut Langkah LG Sudah Tepat)
”Bertambah empat orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari tes swab yang kami lakukan terhadap 776 sempel karyawan di perusahaan itu,” ungkap Wakil Juru Bica Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana di Pusat Isolasi Badan Pelayanan Kesehatan (Bapelkes) di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (26/8/2020).
Menurut dia, dari 242 orang yang terkonfirmasi Covid-19, 25 orang di antaranya kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit DKI Jakarta, Kota bekasi dan Kabupaten Bekasi. Mereka yang dirawat, karena mengalami berbagai gejala baik ringan hingga berat. Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri karena tidak dapat gejala.
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, lanjut Irfan, klaster di pabrik elektronik asal Jepang ini berasal kasus impor. Diduga kasus berawal dari karyawan yang terinfeksi covid-19 di luar perusahaan kemudian menularkannya hingga ke ratusan karyawan lainnya.”Jadi yang bisa saya sampaikan kasus LG ini adalah kasus sporadis imported case,” ujarnya. (Baca: Tutup 14 Hari, Menperin Sebut Langkah LG Sudah Tepat)
Lihat Juga :