RIDO Jadi Awal Perjalanan Politik dan Identitas Kampanye Ridwan Kamil
Kamis, 29 Agustus 2024 - 18:49 WIB
Baca juga: Ridwan Kamil Janji Beri Pelayanan Cepat dan Terjangkau bagi Warga Jakarta
Tidak hanya bernuansa nostalgia, RIDO mengandung arti mendalam bagi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jakarta tersebut. RIDO tidak sebatas singkatan Ridwan-Suswono, RIDO melambangkan doa, harapan, dan ketulusan hati untuk mengharap rida Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Esa.
”Filosofinya tentu kami berharap rida, Allah SWT memberikan rida-Nya dalam niat baik kami, dalam berkontestasi dengan cara yang baik,” tutur suami Atalia Praratya tersebut.
Di hadapan para pendukungnya, RK berulang menyampaikan pasangan RIDO akan berkompetisi secara sehat. RK ingin Pilkada Jakarta menjadi pesta demokrasi yang membawa kebahagiaan, menyenangkan, dan menjadi ajang bagi rakyat Jakarta untuk bersukacita.
”Kami menjamin kepada KPU bahwa paslon kami akan memberikan suasana gembira, riang gembira, penuh gagasan-gagasan yang solutif. Sehingga pilkada ini ramai, sukses, penuh riang gembira,” terang penerima gelar Doktor Kehormatan dari University of Glasgow itu.
Adu gagasan dan berlomba-lomba dalam menghadirkan solusi persoalan kota sudah pernah ditunjukkan oleh RK saat bertarung dalam Pilwalkot Bandung. Kala itu, RK sebagai figur yang baru pertama kali masuk politik tidak hanya mengandalkan kampanye dari pintu ke pintu.
Sebagai politisi muda, RK gencar berkampanye di media sosial. Ruang digital yang saat itu dipakai oleh RK adalah Twitter atau yang kini berganti nama menjadi X. Dalam berbagai kesempatan, RK mengakui keputusan masuk dunia politik dan memulai perjalanan sebagai politisi dilandasi oleh kegelisahan dan kemarahan terhadap kondisi, situasi, dan kebijakan-kebijakan pemerintah, utamanya di Kota Bandung.
Tidak hanya bernuansa nostalgia, RIDO mengandung arti mendalam bagi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jakarta tersebut. RIDO tidak sebatas singkatan Ridwan-Suswono, RIDO melambangkan doa, harapan, dan ketulusan hati untuk mengharap rida Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Esa.
”Filosofinya tentu kami berharap rida, Allah SWT memberikan rida-Nya dalam niat baik kami, dalam berkontestasi dengan cara yang baik,” tutur suami Atalia Praratya tersebut.
Di hadapan para pendukungnya, RK berulang menyampaikan pasangan RIDO akan berkompetisi secara sehat. RK ingin Pilkada Jakarta menjadi pesta demokrasi yang membawa kebahagiaan, menyenangkan, dan menjadi ajang bagi rakyat Jakarta untuk bersukacita.
”Kami menjamin kepada KPU bahwa paslon kami akan memberikan suasana gembira, riang gembira, penuh gagasan-gagasan yang solutif. Sehingga pilkada ini ramai, sukses, penuh riang gembira,” terang penerima gelar Doktor Kehormatan dari University of Glasgow itu.
Adu gagasan dan berlomba-lomba dalam menghadirkan solusi persoalan kota sudah pernah ditunjukkan oleh RK saat bertarung dalam Pilwalkot Bandung. Kala itu, RK sebagai figur yang baru pertama kali masuk politik tidak hanya mengandalkan kampanye dari pintu ke pintu.
Sebagai politisi muda, RK gencar berkampanye di media sosial. Ruang digital yang saat itu dipakai oleh RK adalah Twitter atau yang kini berganti nama menjadi X. Dalam berbagai kesempatan, RK mengakui keputusan masuk dunia politik dan memulai perjalanan sebagai politisi dilandasi oleh kegelisahan dan kemarahan terhadap kondisi, situasi, dan kebijakan-kebijakan pemerintah, utamanya di Kota Bandung.
Lihat Juga :