Bersama Partai Perindo, Deden Nasihin-Neneng Efa Siap Wujudkan Cianjur BERKAH

Rabu, 28 Agustus 2024 - 14:40 WIB
Realita itu menunjukkan penempatan ASN dalam jabatan kerap tidak memperhatikan pendidikan dan keahlian akan tetapi disinyalir terdapat kondisi like and dislike (suka dan tidak suka). Sehingga, hasilnya birokrasi cenderung lamban dan berpengaruh terhadap kinerja pembangunan.

Kang Denas menjabarkan, Berdaya Saing diartikan sebagai cerminan Kabupaten Cianjur yang tergambar pada aspek sosial dan ekonomi, yang ditunjukkan oleh tiga pilar utama yaitu sehat, cerdas dan sejahtera.

Berdaya saing ditandai dengan meningkatnya aksesibilitas dan kualitas kesehatan dan Pendidikan, meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan daya saing ekonomi, serta menurunnya ketimpangan antar wilayah.

Khidmat diartikan sebagai cerminan Kabupaten Cianjur yang tergambar pada aspek kehidupan masyarakat yang ditunjukan oleh tiga pilar utama, yaitu, agamis, guyub dan menjunjung tinggi kebudayaan lokal.

“Amanah, diartikan sebagai cerminan Kabupaten Cianjur yang tergambar pada aspek tata kelola pemerintahan daerah, yang ditunjukan oleh tiga pilar utama yaitu lincah (agile), kolaboratif dan berintegritas. Amanah dengan birokrasi yang melayani dan melindungi warganya,” ujarnya.

Kang Denas mengatakan, misi Cabup-Cawabup Cianjur 2025-2030 Deden Nasihin-Neneng Efa Fatimah dinamakan Panca Cita Jalan Perubahan. Terdapat lima poin dalam misi Panca Cita itu, antara lain:

1. Mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dansejahtera.

2. Mewujudkan daya saing ekonomi daerah berbasis potensi unggulan.

3. Mempercepat pembangunan infrastruktur yang merata dan berwawasan lingkungan.

4. Mewujudkan pemerintahan kolaboratif yang melayani danmelindungi.

5. Mewujudkan masyarakat yang religius, berbudaya dan berketahanankeluarga.

Laskar Pekat

Kang Denas mengatakan, di tengah Pilkada Cianjur 2024, ada kekhawatiran mendasar terutama persoalan netralitas birokrasi yang sudah mulai terlihat gerakannya secara sistematis, terstruktur dan massive. Disinyalir ada LO di setiap kecamatan untuk memenangkan satu bakal calon.

"Ini semua harus kita lawan. Kami akan membentuk Laskar Pekat (Pengawasan Birokrat) yang bertugas mengawasi gerakan birokrat yang berpihak terhadap salah satu pasangan calon," kata Kang Denas.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!