GAMKI Apresiasi Penayangan Danau Toba ke Layar Lebar
Jum'at, 12 Juli 2024 - 23:20 WIB
Agustinus Sitorus, produser dan sutradara film bersama dengan perusahaannya, Pariban Indo Media (PIM) Picture, yang mencintai daerah asalnya, Toba, menjelaskan bahwa dirinya ingin turut mempromosikan keindahan alam kawasan Danau Toba bersama dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dengan membuat film di 8 kabupaten yang berada di kawasan Danau Toba.
”Setelah ’Harta Tahta Boru Niraja;, akan ada film-film lain. Untuk kabupaten Tapanuli Utara, ada film berjudul ’Bahasa Cinta Nomensen’. Selanjutnya, ada pembuatan film diKkabupaten Samosir dengan judul ’Nasehat Warisan’,” ungkap Agustinus Sitorus.
Agustinus Sitorus menjelaskan bahwa pembuatan film tersebut berisi humor, kesedihan, kebahagiaan, dan juga pesan moral. Pembuatan film tersebut akan tetap di background Danau Toba dan menampilkan keindahan dan keunikan kawasan Danau Toba, termasuk kearifan lokal di setiap daerah yang ada di kawasan Danau Toba.
Agustinus menambahkan, dengan lokus film di destinasi wisata maka secara langsung akan menjadi promosi pariwisata itu sendiri.
”Keterlibatan masyarakat lokal dan artis dari luar akan menjadi pendukung agar film bisa diminati dan menjadi promosi destinasi wisata,” tukasnya.
Di ketahui dalam diskusi ini dimoderatori Sekretaris Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPP GAMKI Evin Davinci Sagala ini juga menghadirkan narasumber lain yakni konsultan pariwisata Daniel Tua Ompusunggu dan socialpreneur serta pegiat pariwisata Danau Toba Trisnayanti Pardede.
”Diskusi ini acara digelar untuk secara khusus menyambut tayangnya sebuah film yang mengangkat unsur kebudayaan Batak dan destinasi wisata Danau Toba. Bidang pariwisata DPP GAMKI melihat bahwa momentum ini sebagai sebuah gerakan promosi destinasi wisata, khususnya terhadap pariwisata Danau Toba,” paparnya
”Setelah ’Harta Tahta Boru Niraja;, akan ada film-film lain. Untuk kabupaten Tapanuli Utara, ada film berjudul ’Bahasa Cinta Nomensen’. Selanjutnya, ada pembuatan film diKkabupaten Samosir dengan judul ’Nasehat Warisan’,” ungkap Agustinus Sitorus.
Agustinus Sitorus menjelaskan bahwa pembuatan film tersebut berisi humor, kesedihan, kebahagiaan, dan juga pesan moral. Pembuatan film tersebut akan tetap di background Danau Toba dan menampilkan keindahan dan keunikan kawasan Danau Toba, termasuk kearifan lokal di setiap daerah yang ada di kawasan Danau Toba.
Agustinus menambahkan, dengan lokus film di destinasi wisata maka secara langsung akan menjadi promosi pariwisata itu sendiri.
”Keterlibatan masyarakat lokal dan artis dari luar akan menjadi pendukung agar film bisa diminati dan menjadi promosi destinasi wisata,” tukasnya.
Di ketahui dalam diskusi ini dimoderatori Sekretaris Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPP GAMKI Evin Davinci Sagala ini juga menghadirkan narasumber lain yakni konsultan pariwisata Daniel Tua Ompusunggu dan socialpreneur serta pegiat pariwisata Danau Toba Trisnayanti Pardede.
”Diskusi ini acara digelar untuk secara khusus menyambut tayangnya sebuah film yang mengangkat unsur kebudayaan Batak dan destinasi wisata Danau Toba. Bidang pariwisata DPP GAMKI melihat bahwa momentum ini sebagai sebuah gerakan promosi destinasi wisata, khususnya terhadap pariwisata Danau Toba,” paparnya
(cip)
Lihat Juga :