Warga Setu Sebut Program Bedah Rumah Pemkot Tangsel Sangat Bermanfaat
Jum'at, 05 Juli 2024 - 13:23 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyerahkan kunci sebagai tanda jadi rumah yang sudah dibedah menjadi layak huni oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Foto/istimewa
TANGSEL - Kebahagiaan masyarakat begitu terasa saat Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyerahkan kunci sebagai tanda jadi rumah yang sudah dibedah menjadi layak huni oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Penyerahan dilakukan Benyamin saat meresmikan bedah rumah di Wilayah Kecamatan Setu, pada Kamis, 4 Juli 2024.
Penerima manfaat program bedah rumah Nurhayati menyampaikan kebahagiaannya di hadapan Wali Kota Benyamin Davnie. Nurhayati mengaku, dulunya rumah miliknya tidak layak ditempati karena kerusakan hampir 70%.
Hal senada disampaikan Ramlan yang mengaku rumahnya juga sangat tidak layak. Hampir setiap hujan kondisi di dalam rumah mengalami kebocoran yang sangat hebat, bahkan ini sudah bertahun-tahun terjadi. Ramlan menuturkan, belasan tahun tak mampu memperbaiki rumahnya karena kondisi perekonomian yang tidak mencukupi.
Baca juga: Wali Kota Tangsel Imbau Masyarakat Tak Beri Susu Kental Manis untuk Anak
Lewat program bedah rumah, akhirnya beliau merasakan manfaat keberlanjutan program. Sehingga dia menilai program ini layak untuk dilanjutkan. Hal inilah jadi komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk terus melanjutkan program bedah rumah yang selama ini diapresiasi warga.
Benyamin menjelaskan di 2024, Pemkot Tangsel membedah rumah tak layak menjadi layak sebanyak 510 unit. Sedangkan di Kecamatan Setu sebanyak 68 unit rumah. "Jadi ya itu aturannya tanahnya itu milik sendiri, bukan tanah orang atau sengketa. Jadi saat membangun kita (Pemkot Tangsel-Red.) tidak menyalahi aturan," ujarnya.
Penerima manfaat program bedah rumah Nurhayati menyampaikan kebahagiaannya di hadapan Wali Kota Benyamin Davnie. Nurhayati mengaku, dulunya rumah miliknya tidak layak ditempati karena kerusakan hampir 70%.
Hal senada disampaikan Ramlan yang mengaku rumahnya juga sangat tidak layak. Hampir setiap hujan kondisi di dalam rumah mengalami kebocoran yang sangat hebat, bahkan ini sudah bertahun-tahun terjadi. Ramlan menuturkan, belasan tahun tak mampu memperbaiki rumahnya karena kondisi perekonomian yang tidak mencukupi.
Baca juga: Wali Kota Tangsel Imbau Masyarakat Tak Beri Susu Kental Manis untuk Anak
Lewat program bedah rumah, akhirnya beliau merasakan manfaat keberlanjutan program. Sehingga dia menilai program ini layak untuk dilanjutkan. Hal inilah jadi komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk terus melanjutkan program bedah rumah yang selama ini diapresiasi warga.
Benyamin menjelaskan di 2024, Pemkot Tangsel membedah rumah tak layak menjadi layak sebanyak 510 unit. Sedangkan di Kecamatan Setu sebanyak 68 unit rumah. "Jadi ya itu aturannya tanahnya itu milik sendiri, bukan tanah orang atau sengketa. Jadi saat membangun kita (Pemkot Tangsel-Red.) tidak menyalahi aturan," ujarnya.
Lihat Juga :