Ternyata Ini Filosofi Ceramah Bahasa Semut Abuya Mama Ghufron yang Bikin Kontroversi
Jum'at, 28 Juni 2024 - 14:51 WIB
"Ini ada framingan dari konten kreator, dipotong-potong videonya," ucap Ubad Aminullah saat ditemui di Ponpes UNIQ Nusantara, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Jumat (28/6/2024).
Baca juga: Sosok Abuya Mama Ghufron, Viral usai Ceramah dengan Bahasa Semut dan Suryani
Menurutnya, maksud penggunaan bahasa semut oleh Abuya Mama Ghufron sebenarnya bagian dari bahasa filosofi. Apalagi di kitab karangan ulama tertentu itu ada disebutkan semua hewan bisa berbicara dan bertasbih kepada Allah.
"Jangankan semut, hewan yang lebih kecil saja bisa bertasbih, ada bahasanya. Abuya itu sebenarnya begini itu kaitan dengan etika lingkungan, kalau bahasa filsafatnya itu bersahabat dengan makhluk Allah," jelasnya.
Terlebih dari perintah Allah di Alquran manusia juga diminta saling menjaga dan mendoakan sesama makhluk hidup, tidak hanya ke manusia saja, tetapi juga ke hewan dan tumbuhan yang sama-sama makhluk hidup ciptaan Allah SWT.
"Perintah harus kasih sayang di muka bumi, tidak hanya sesama manusia saja. Itu menunjukkan bahwa setiap manusia ini ketika ketemu dengan makhluk yang lain itu didoakan dan bertasbih, timbal baliknya kita mau enggak mendoakan makhluk-makhluk yang lain itu. Tapi yang ada di video itu potongan, ceramahnya dipotong," paparnya.
Ubad menambahkan, bila ceramah di potongan video itu merupakan kajian rutinan, pengajian di Ponpes UNIQ Nusantara yang dilakukan pada malam hari setiap pukul 20.00 WIB hingga 1-2 jam. Di mana biasanya dihadiri oleh santri dan jemaah sekitar Ponpes dengan total sekitar 300 orang.
Baca juga: Sosok Abuya Mama Ghufron, Viral usai Ceramah dengan Bahasa Semut dan Suryani
Menurutnya, maksud penggunaan bahasa semut oleh Abuya Mama Ghufron sebenarnya bagian dari bahasa filosofi. Apalagi di kitab karangan ulama tertentu itu ada disebutkan semua hewan bisa berbicara dan bertasbih kepada Allah.
"Jangankan semut, hewan yang lebih kecil saja bisa bertasbih, ada bahasanya. Abuya itu sebenarnya begini itu kaitan dengan etika lingkungan, kalau bahasa filsafatnya itu bersahabat dengan makhluk Allah," jelasnya.
Terlebih dari perintah Allah di Alquran manusia juga diminta saling menjaga dan mendoakan sesama makhluk hidup, tidak hanya ke manusia saja, tetapi juga ke hewan dan tumbuhan yang sama-sama makhluk hidup ciptaan Allah SWT.
"Perintah harus kasih sayang di muka bumi, tidak hanya sesama manusia saja. Itu menunjukkan bahwa setiap manusia ini ketika ketemu dengan makhluk yang lain itu didoakan dan bertasbih, timbal baliknya kita mau enggak mendoakan makhluk-makhluk yang lain itu. Tapi yang ada di video itu potongan, ceramahnya dipotong," paparnya.
Ubad menambahkan, bila ceramah di potongan video itu merupakan kajian rutinan, pengajian di Ponpes UNIQ Nusantara yang dilakukan pada malam hari setiap pukul 20.00 WIB hingga 1-2 jam. Di mana biasanya dihadiri oleh santri dan jemaah sekitar Ponpes dengan total sekitar 300 orang.
Lihat Juga :