Seberapa Luas Wilayah Kerajaan Majapahit? Dari Mulai Berdiri, Masa Kejayaan hingga Keruntuhan
Rabu, 05 Juni 2024 - 19:43 WIB
Setelah berhasil membunuh Jayakatwang, Kerajaan Gelanggelang akhirnya runtuh dan dikuasai oleh Raden Wijaya. Raden Wijaya lantas mengambil alih kekuasan dan memimpin wilayah Jawa Timur dari Majapahit.
Setelah Hayam Wuruk naik tahta dibantu oleh Mahapatih Gajah Mada, Kerajaan Majapahit menjelma jadi kekuatan yang paling ditakuti di tanah Jawa. Hal tersebut membuat Mahapatih Gajah Mada mampu mewujudkan sumpahnya untuk memperluas kerajaan.
Baca juga: Kisah Kerajaan Panai, Wilayah Kekuasaan Majapahit di Sumatera Utara yang Kaya akan Emas
Luas kerajaan Majapahit di era Hayam Wuruk meliputi Timur Jawa meliputi Bali (dengan Badahulu dan Lwa-gajah), Nusa Penida (Gurun dengan Sukun sebagai ibukota), Lombok Timur Laut dan lembah Lombok, Sumbawa (Bima, Taliwang, Dompo, Sapi), Flores Timur Laut (Larantuka).
Timor dan pulau-pulau di sekitarnya, Kepulauan Solor, Pulau Gunungapi, Banda, Ambwan (Ambon), Kepulauan Goram, sebelah Timur Seran (Gurun), Kepulauan di Barat Misool (Hutankadali), Wanin (Onin) di Irian Jaya, Kowiai di Tenggara Irian Jaya (Seran kedua). Kemudian Ternate (Maluku), Kepulauan Ralaud di Timur Laut Sulawesi Tengah, Buton, Sulawesi Barat Daya dan Lumu (Bantayan, Makkasar, Luwuk), Salayar (Salaya), Kangean di antara Madura dan Salanyar.
Kemudian di Sumatera meliputi Palembang (ditaklukkan tahun 1337), Jambi, Tebo (Teba) di Jambi bagian atas, Pulau Punjung dan Siguntur di daerah Batanghari (Dharmasraya), Kandis di sebelah kanan sungai Sinamar (Utara Buo) di nagari Lubuk Jantan. Kawai di antara Kandi dan negari Tanjung di seberang Bukit Marapalam, Minangkabau (Minangkabau), daerah sekitar sungai Kampar, Rokan dan Siak, Pantai di dekat Siantar, Tanjung Haru (Kampe).
Perlak di Samudera (dekat Lhokseumawe) dan Lambri (Lamuri), Padang Lawas (Gayuluos) di Aceh Barat, Barat di Aceh Barat atau Tapanuli Barat, Baros (Barus) di pantai Tapanuli, Mandailing di Tapanuli Selatan, Lampung, dan Bantan yang tak diketahui lokasinya di Sumatera.
2. Masa Kejayaan Kerajaan Majapahit
Setelah Hayam Wuruk naik tahta dibantu oleh Mahapatih Gajah Mada, Kerajaan Majapahit menjelma jadi kekuatan yang paling ditakuti di tanah Jawa. Hal tersebut membuat Mahapatih Gajah Mada mampu mewujudkan sumpahnya untuk memperluas kerajaan.
Baca juga: Kisah Kerajaan Panai, Wilayah Kekuasaan Majapahit di Sumatera Utara yang Kaya akan Emas
Luas kerajaan Majapahit di era Hayam Wuruk meliputi Timur Jawa meliputi Bali (dengan Badahulu dan Lwa-gajah), Nusa Penida (Gurun dengan Sukun sebagai ibukota), Lombok Timur Laut dan lembah Lombok, Sumbawa (Bima, Taliwang, Dompo, Sapi), Flores Timur Laut (Larantuka).
Timor dan pulau-pulau di sekitarnya, Kepulauan Solor, Pulau Gunungapi, Banda, Ambwan (Ambon), Kepulauan Goram, sebelah Timur Seran (Gurun), Kepulauan di Barat Misool (Hutankadali), Wanin (Onin) di Irian Jaya, Kowiai di Tenggara Irian Jaya (Seran kedua). Kemudian Ternate (Maluku), Kepulauan Ralaud di Timur Laut Sulawesi Tengah, Buton, Sulawesi Barat Daya dan Lumu (Bantayan, Makkasar, Luwuk), Salayar (Salaya), Kangean di antara Madura dan Salanyar.
Kemudian di Sumatera meliputi Palembang (ditaklukkan tahun 1337), Jambi, Tebo (Teba) di Jambi bagian atas, Pulau Punjung dan Siguntur di daerah Batanghari (Dharmasraya), Kandis di sebelah kanan sungai Sinamar (Utara Buo) di nagari Lubuk Jantan. Kawai di antara Kandi dan negari Tanjung di seberang Bukit Marapalam, Minangkabau (Minangkabau), daerah sekitar sungai Kampar, Rokan dan Siak, Pantai di dekat Siantar, Tanjung Haru (Kampe).
Perlak di Samudera (dekat Lhokseumawe) dan Lambri (Lamuri), Padang Lawas (Gayuluos) di Aceh Barat, Barat di Aceh Barat atau Tapanuli Barat, Baros (Barus) di pantai Tapanuli, Mandailing di Tapanuli Selatan, Lampung, dan Bantan yang tak diketahui lokasinya di Sumatera.
Lihat Juga :