Profil Geng Motor XTC: Sejarah, Perkembangan dan Transformasi

Selasa, 28 Mei 2024 - 16:44 WIB
Namun, di mata sebagian masyarakat, XTC sering dianggap sebagai geng motor yang terlibat dalam aktivitas jalanan seperti balapan liar dan bahkan tindakan kriminal.

Baca juga: Terseret Kasus Vina Cirebon, Inilah Sejarah Geng Motor di Indonesia

Dalam kelompok XTC, terdapat terminologi seperti Panglima Perang (Koordinator Perang) dan Rampasan Perang.

Panglima Perang adalah individu yang dipilih melalui musyawarah internal dan bertugas menjadi garda terdepan jika terjadi bentrokan.

Rampasan Perang adalah tindakan yang bertujuan meningkatkan harga diri kelompok dengan cara merampas kendaraan rival, yang kemudian dibakar sebagai tanda unjuk kekuatan.

Menuju usia ke-40, XTC Indonesia resmi mengubah statusnya menjadi organisasi masyarakat (ormas) pada 7 Juni 2015 di Bandung.

Sebelumnya, pada 23 April 2013, XTC sudah bertransformasi menjadi organisasi kepemudaan (OKP). Namun, karena batasan usia dalam OKP, banyak anggota yang sudah berumur di atas 40 tahun. Oleh karena itu, perubahan menjadi ormas dianggap lebih sesuai dengan kondisi saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!