Aktivis Soroti Dugaan Kolusi Pembuatan Dokumen Lingkungan Hidup di Banten

Sabtu, 18 Mei 2024 - 15:51 WIB
Sejumlah aktivis menyoroti dugaan kolusi pada pembuatan dokumen lingkungan hidup di Banten yang hingga kini belum ditindak lanjuti oleh pihak terkait. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
SERANG - Sejumlah aktivis menyoroti dugaan kolusi pada pembuatan dokumen lingkungan hidup di Banten yang hingga kini belum ditindak lanjuti oleh pihak terkait.

Dari 370 perusahaan yang masuk dalam kategori pengawasan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten, diketahui penerbitan dokumen terkait yang paling banyak merupakan jenis usaha pertambangan.



Baca juga: Jakarta Darurat Polusi, Ini Pandangan Islam Tentang Pencemaran Lingkungan

Menurut Aktivis dari Satya Peduli Banten, sektor inilah yang memiliki aroma dugaan kolusi paling kencang.

"Dari informasi, harga jasa konsultan dalam pembuatan dokumen lingkungan hidup dibandrol mulai dari Rp150 juta. Anggaran ini dinilai logis karena selain proses pembuatan dokumen, ada juga ekspose kepada warga dan instansi terkait. Padahal di dalamnya diduga terselip biaya-biaya 'siluman' bagi oknum pejabat yang diberi judul budget narasumber," kata Direktur Eksekutif Satya Peduli Banten, Sojo Dibacca, Sabtu (16/5/2024).

Biaya-biaya itu dinilai membuat harga jasa konsultan tersebut menjadi fantastis. Sojo mengungkapkan 'titipan-titipan' di dalam anggaran dimaksud diduga merupakan cara dalam penyampaian gratifikasi kepada oknum pejabat guna memuluskan langkah pengusaha dalam menempuh persetujuan dokumen lingkungan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!