Pasien Meningkat, RSUD Akan Gunakan Ruang VIP Tempat Isolasi

Rabu, 19 Agustus 2020 - 12:30 WIB
Sedangkan untuk menambah ruangan isolasi biasa, manajemen dengan berat hati memutuskan akan menutup ruangan paviliun/VIP untuk dijadikan ruang isolasi Covid-19. Keputusan ini diambil karena tidak ada lagi alternatif lain, dimana kebetulan VIP berada 1 blok dengan ruang isolasi lainnya. “Jadi ruangan VIP yang selama ini menjadi sumber penting pendapatan RSUD Klungkung terpaksa harus direlakan demi menampung pasien Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat,” jelas dr. Kesuma.

Atas keputusan penting tersebut pihak RSUD menghadap Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk meminta ijin selaku pemilik RSUD sekaligus melaporkan kondisi dan penanganan pasien Covid-19. Pada saat yang sama disampaikan juga kebutuhan tenaga perawat dan pendukung pelayanan Covid-19.

Dalam postingannya itu, Dirut Nyoman Kesuma bersyukur karena Bupati Suwirta memahami kondisi dan hambatan yang dhadapi. Bupati setuju dengan keputusan manajemen RSUD Klungkung dan akan membantu tenaga yang dibutuhkan melalui perekrutan tenaga kontrak 6 bulan dengan sumber anggaran belanja tanggap darurat. Diharapkan dilakukan perekrutan secara cepat dan terbuka sesuai ketentuan.

Apabila semuanya siap maka RSUD Klungkung memiliki kapasitas 92 tempat tidur ruang isolasi biasa, 14 tempat tidur ICU Covid-19 dewasa dan 6 tempat tidur isolasi bayi covid-19. “Dengan kapasitas total yang mencapai 112 tempat tidur bagi pasien Covid-19 semoga dalam waktu dekat kami tidak perlu rapat kembali untuk membahas masalah pasien Covid-19,” sebutnya.

Masih dari postingannya Dirut RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma berharap semoga tempat tidur yang disediakan tidak sampai terpakai semuanya karena kasus yang menurun. Hal ini bisa tercapai apabila penambahan kasus baru lebih kecil dibandingkan pasien yang berhasil sembuh. Dengan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak aman dan sering cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer pasti kasus baru akan bisa diturunkan. Untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan bukan berarti harus diam di rumah atau tidak bekerja. Sejak era New normal dilaksanakan maka masyarakat dipersilahkan untuk bekerja atau produktif dengan menerapkan kebiasaan baru. “Semoga masyarakat sadar dan mau disiplin menerapkan protokol kesehatan terutama saat berada dalam keramaian,” pungkasnya.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!