Khofifah Sebut Peringatan Hari Buruh 2020 Diselimuti Keprihatinan
Jum'at, 01 Mei 2020 - 12:54 WIB
Gubernur Khofifah saat menemui massa buruh yang menyampaikan aspirasi di kantor gubernur beberapa waktu yang lalu.Foto/dok
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini diselimuti keprihatinan mendalam. Situasi darurat Covid-19 mengakibatkan tidak sedikit pelaku usaha yang merugi dan gulung tikar sehingga berimbas pada buruh.
Menurut Khofifah, situasi seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di sekitar 213 negara dunia.
"Tidak ada yang menginginkan ini terjadi. Ini semua diluar kuasa kita sebagai manusia. Tidak hanya berat untuk para buruh tapi juga pelaku usaha. Semua merasakan dampaknya," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jum'at (1/2).
Khofifah mencatat, jumlah pekerja di Jawa Timur yang dirumahkan mencapai 32.365 dari 555 perusahaan yang sebagian besar melanda sektor Perhotelan dan Pariwisata. Selanjutnya juga berdampak terhadap sektor-sektor lain yang menyebabkan terjadinya PHK. Hingga akhir April terkumpul 5.348 pekerja dari 210 perusahaan di Jawa Timur.
Menurut Khofifah, situasi seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di sekitar 213 negara dunia.
"Tidak ada yang menginginkan ini terjadi. Ini semua diluar kuasa kita sebagai manusia. Tidak hanya berat untuk para buruh tapi juga pelaku usaha. Semua merasakan dampaknya," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jum'at (1/2).
Khofifah mencatat, jumlah pekerja di Jawa Timur yang dirumahkan mencapai 32.365 dari 555 perusahaan yang sebagian besar melanda sektor Perhotelan dan Pariwisata. Selanjutnya juga berdampak terhadap sektor-sektor lain yang menyebabkan terjadinya PHK. Hingga akhir April terkumpul 5.348 pekerja dari 210 perusahaan di Jawa Timur.
Lihat Juga :