Kemenperin Jaring Ribuan Siswa-Mahasiswa lewat Jarvis 2024
Kamis, 02 Mei 2024 - 21:22 WIB
Jarvis 2024, ujar Masrokhan, ditarget meningkat. Pada 2023, sebanyak 6.620 siswa dan mahasiswa masuk SMA dan politeknik industri lewat Jarvis 2023. Tahun ini, Jarvis 2024 ditargetkan bisa menerima sebanyak 7.526 mahasiswa dan siswa.
Baca juga: Transformasi Pendidikan Vokasi Dukung Daya Saing Industri
"Ada beberapa strategi yang masing-masing satker juga melakukan. Jadi baik melalui media sosial, media mainstream, juga masing-masing lokal memasang videotron-videotron Jarvis 2024," ujar Masrokhan.
Khusus untuk tahun ini, tutur dia, BPSDMI Kemenperin menggelar pameran bersama, job fair, mengunjungi industri, open house, dan industrial vocational fair di empat wilayah.
"Jadi hari ini, di sini (Politeknik STTT Bandung), industri dengan sekolahan ketemu. Nanti akan dilanjut di Solo. Kemudian akan dilanjut di regional Sumatera, dan terakhir di Sulawesi," tutur dua.
Dengan strategi itu, kata Masrokhan, diharapkan animo masyarakat untuk mendaftar melalui Jarvis sekitar 1 banding 10.
"Jadi kami melaksanakan arahan Pak Menteri agar kami (BPSDMI) menyiapkan SDM-SDM dengan jumlah masif, banyak sekali," ucap Masrokhan.
Baca juga: Transformasi Pendidikan Vokasi Dukung Daya Saing Industri
"Ada beberapa strategi yang masing-masing satker juga melakukan. Jadi baik melalui media sosial, media mainstream, juga masing-masing lokal memasang videotron-videotron Jarvis 2024," ujar Masrokhan.
Khusus untuk tahun ini, tutur dia, BPSDMI Kemenperin menggelar pameran bersama, job fair, mengunjungi industri, open house, dan industrial vocational fair di empat wilayah.
"Jadi hari ini, di sini (Politeknik STTT Bandung), industri dengan sekolahan ketemu. Nanti akan dilanjut di Solo. Kemudian akan dilanjut di regional Sumatera, dan terakhir di Sulawesi," tutur dua.
Dengan strategi itu, kata Masrokhan, diharapkan animo masyarakat untuk mendaftar melalui Jarvis sekitar 1 banding 10.
"Jadi kami melaksanakan arahan Pak Menteri agar kami (BPSDMI) menyiapkan SDM-SDM dengan jumlah masif, banyak sekali," ucap Masrokhan.
Lihat Juga :