Kisah Sopir Bajaj Rela Pindah Domisili dan Kantongi KTP DKI demi Anak Dapat KJP

Rabu, 24 April 2024 - 19:55 WIB
"Belum setoran, belum beli gas. Jadi paling bawa pulang sisa setoran Rp60 ribu dan gas Rp20 ribu," ujar Agus, Rabu (24/4/2024).

Dengan pendapatan sekecil itu, dia harus menghidupi istri dan 2 anaknya yang berusia 17 tahun dan 10 tahun. Belum lagi biaya seragam sekolah yang memberatkan.

Karena itu, dia dan sang istri memutuskan pindah ke Jakarta dari Pandeglang, Banten.

"Seragam sekolah mahal, boro-boro dapat KJP. Saya sudah pindah dari tahun berapa ya pas anak saya yang kelas 3 SMK mau masuk kelas 1 pindah. Saya pindah alamat, pindah KTP DKI supaya dapat KJP eh tidak dapat juga," tuturnya.

Dia sudah melaporkan ke sekolah sang anak, namun ternyata diminta untuk mendaftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!