KJP Plus dan KJMU Tuai Polemik, DPRD DKI Ungkap Anggaran Dipotong Biang Masalah
Rabu, 06 Maret 2024 - 21:01 WIB
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Ima Mahdiah merespons terkait polemik KJP Plus dan KJMU yang tengah ramai diperbincangkan. Foto/DPRD DKI Jakarta
JAKARTA - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Ima Mahdiah merespons terkait polemik Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang tengah ramai diperbincangkan.
Menurutnya, anggaran pendidikan khususnya KJMU yang dipotong oleh Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) dalam penyusunan APBD 2024 menjadi salah satu faktor penyebabnya. Selanjutnya karut-marutnya pendataan menjadi faktor masalah.
Baca juga: Cabut KJP dan KJMU Tak Tepat Sasaran, Heru Budi: Masa dari Keluarga Mampu Dapat Bansos
"Jadi sebenarnya pendataan kan sudah karut-marut ini sebenarnya sudah dari rapat komisi. Rapat Banggar saya sampaikan juga ketika orang-orang itu mungkin yang tadi punya mobil atau KTP, KK-nya dipakai untuk mobil punya orang jadi muncul lagi nih kok tiba-tiba muncul lagi pendataan tersebut," ujar Ima saat dihubungi wartawan, Rabu (6/3/2024).
"Sebenarnya pendataan itu adalah masalah kedua, masalah utama adalah ketika anggaran dipotong ini kan yang jadi masalahnya anggaran KJMU diturunkan, makanya waktu rapat Banggar kita sempat protes," sambungnya.
Menurutnya, anggaran pendidikan khususnya KJMU yang dipotong oleh Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) dalam penyusunan APBD 2024 menjadi salah satu faktor penyebabnya. Selanjutnya karut-marutnya pendataan menjadi faktor masalah.
Baca juga: Cabut KJP dan KJMU Tak Tepat Sasaran, Heru Budi: Masa dari Keluarga Mampu Dapat Bansos
"Jadi sebenarnya pendataan kan sudah karut-marut ini sebenarnya sudah dari rapat komisi. Rapat Banggar saya sampaikan juga ketika orang-orang itu mungkin yang tadi punya mobil atau KTP, KK-nya dipakai untuk mobil punya orang jadi muncul lagi nih kok tiba-tiba muncul lagi pendataan tersebut," ujar Ima saat dihubungi wartawan, Rabu (6/3/2024).
"Sebenarnya pendataan itu adalah masalah kedua, masalah utama adalah ketika anggaran dipotong ini kan yang jadi masalahnya anggaran KJMU diturunkan, makanya waktu rapat Banggar kita sempat protes," sambungnya.
Lihat Juga :