Mahasiswa Trilogi Diintimidasi saat Konsolidasi, PBHI: Demokrasi Semakin Buruk
Minggu, 04 Februari 2024 - 18:11 WIB
"Ketika omongin konteks pemilu dan konsolidasi teman-teman (mahasiswa Trilogi), tentu kita bisa mengartikan ada ancaman dari preman seperti itu karena gerakan yang dilakukan teman-teman dianggap berseberangan dengan kemauan pemerintah atau dengan apa yang mau dicapai pemerintah saat ini. Di mana kita bisa melihat yaitu pemenangan terhadap salah satu paslon lewat berbagai cara," imbuhnya.
Baca juga: PBHI Imbau Masyarakat Tak Mendukung Pelanggar HAM di Pemilu 2024
Kendati demikian, Annisa menyerukan kepada para mahasiswa untuk tidak takut dan terus bersuara. Apalagi, menjelang waktu pemungutan suara yang tak sampai dua minggu lagi.
"Saya tekankam adalah teman-teman semua jangan takut bersuara karena kita semua melihat 10 hari sebelum pemilu, teman-teman mau aksi pun sudah diancam, negara sudah melakukan berbagai upaya bahkan menggunakan cara seperti Orba juga memanfaatkan premanisme. Itu suatu bukti demokrasi negara kita jika tidak diperjuangkan memang akan mati," tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa Universitas Trilogi hendak melakukan diskusi atau konsolidasi mahasiswa bertajuk gerakan Tolak Pemilu Curang pada Sabtu, 3 Februari 2024. Diskusi itu mendapat intimidasi dari preman.
Mahasiswa Triologi bernama Muhammad Said Al Hariri mengatakan diskusi itu mengusung 4 tuntutan 10 isu. Adapun diskusi itu terpaksa dilakukan di Balai Warga dekat Universitas Triologi. "Kampus kita tidak memberi izin, akhirnya kita memberi izin ke Balai Warga dekat kampus, nah akhirnya diizinkan," kata Said dalam kanal YouTube PBHI_Nasional, Minggu (4/2/2024).
Baca juga: PBHI Imbau Masyarakat Tak Mendukung Pelanggar HAM di Pemilu 2024
Kendati demikian, Annisa menyerukan kepada para mahasiswa untuk tidak takut dan terus bersuara. Apalagi, menjelang waktu pemungutan suara yang tak sampai dua minggu lagi.
"Saya tekankam adalah teman-teman semua jangan takut bersuara karena kita semua melihat 10 hari sebelum pemilu, teman-teman mau aksi pun sudah diancam, negara sudah melakukan berbagai upaya bahkan menggunakan cara seperti Orba juga memanfaatkan premanisme. Itu suatu bukti demokrasi negara kita jika tidak diperjuangkan memang akan mati," tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa Universitas Trilogi hendak melakukan diskusi atau konsolidasi mahasiswa bertajuk gerakan Tolak Pemilu Curang pada Sabtu, 3 Februari 2024. Diskusi itu mendapat intimidasi dari preman.
Mahasiswa Triologi bernama Muhammad Said Al Hariri mengatakan diskusi itu mengusung 4 tuntutan 10 isu. Adapun diskusi itu terpaksa dilakukan di Balai Warga dekat Universitas Triologi. "Kampus kita tidak memberi izin, akhirnya kita memberi izin ke Balai Warga dekat kampus, nah akhirnya diizinkan," kata Said dalam kanal YouTube PBHI_Nasional, Minggu (4/2/2024).
Lihat Juga :