Miras Maut di Semarang Oplosan Alkohol 70 Persen Dicampur Sirup dan Soda
Senin, 08 Januari 2024 - 17:33 WIB
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan kasus pesta miras yang menyebabkab 4 orang tewas dan 6 lainnya dirawat, Senin (8/1/2024). Foto/MPI/Eka Setiawan
SEMARANG - Minuman keras (miras) yang dikonsumsi hingga menyebabkan 4 pemuda tewas diketahui merupakan etanol anti-septic alias alkohol 70 persen dioplos atau dicampur sirup dan minuman soda.
"Korban membeli lewat online, ada bukti rincian pemesanan yang dilakukan salah satu korban, memesan alkohol anti-septic 70 persen dicampur dan diminum," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar di Mapolrestabes Semarang, Senin (8/1/2024).
Baca juga: 10 Pemuda Semarang Pesta Miras Oplosan: 4 Orang Tewas dan 6 Kritis
Irwan menambahkan, hasil penyelidikan sementara oplosan itulah yang kemudian diminum hingga membuat 4 orang tewas dan 6 dirawat.
Dia melanjutkan, salah satu pelaku yang memesan dan mengoplos miras maut tersebut bernama Andika, yang juga merupakan korban tewas.
"Setelah minum hari Kamis (4/1/2024) kemudian malamnya satu orang merasa tidak enak badan, besoknya (Jumat) satu meninggal, Sabtu meninggal dua orang dan Minggu meninggal satu orang. Totalnya empat orang meninggal dunia," sambungnya.
Sementara 6 korban lain, Kombes Irwan menambahkan, saat ini ada 4 orang di antaranya yang masih dirawat di RS Bhayangkara Semarang. Dua orang dirawat di rumah.
"Korban membeli lewat online, ada bukti rincian pemesanan yang dilakukan salah satu korban, memesan alkohol anti-septic 70 persen dicampur dan diminum," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar di Mapolrestabes Semarang, Senin (8/1/2024).
Baca juga: 10 Pemuda Semarang Pesta Miras Oplosan: 4 Orang Tewas dan 6 Kritis
Irwan menambahkan, hasil penyelidikan sementara oplosan itulah yang kemudian diminum hingga membuat 4 orang tewas dan 6 dirawat.
Dia melanjutkan, salah satu pelaku yang memesan dan mengoplos miras maut tersebut bernama Andika, yang juga merupakan korban tewas.
"Setelah minum hari Kamis (4/1/2024) kemudian malamnya satu orang merasa tidak enak badan, besoknya (Jumat) satu meninggal, Sabtu meninggal dua orang dan Minggu meninggal satu orang. Totalnya empat orang meninggal dunia," sambungnya.
Sementara 6 korban lain, Kombes Irwan menambahkan, saat ini ada 4 orang di antaranya yang masih dirawat di RS Bhayangkara Semarang. Dua orang dirawat di rumah.