Sekolah Satu Atap Diresmikan, Atang: Proyek Berikutnya Harus Dilanjutkan
Sabtu, 30 Desember 2023 - 19:57 WIB
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengamati sekolah satu atap di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal yang telah selesai dibangun, Kamis (21/12/2023). Foto/Dok. SINDOnews
BOGOR - Pembangunan sekolah satu atap di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor telah selesai. Sekolah ini nantinya akan terdaftar menjadi SDN Kencana 4 dan SMPN 21 Kota Bogor.
Sekolah yang dibangun dengan APBD Kota Bogor ini diresmikan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Kamis (21/12/2023) lalu. Atang mengaku bersyukur pembangunan sekolah satu atap bisa selesai dan dapat digunakan pada tahun ajaran berikutnya. Baca juga: Bentuk Rasa Syukur, DPRD Kota Bogor Gelar Selawat dan Dzikir Akhir Tahun
Sekolah baru ini sudah dinantikan oleh masyarakat Kota Bogor dan diharapkan bisa menjadi solusi bagi persoalan PPDB yang terus berulang setiap tahun. "Ini adalah harapan yang begitu lama dari masyarakat Kota Bogor. Memiliki SDN dan SMPN yang merata di berbagai wilayah. Alhamdulilah, saat ini sudah terbangun di wilayah ujung Tanah Sareal," kata Atang.
Menurut Atang, pembangunan infrastruktur pendidikan harus dilanjutkan. Permasalahan PPDB salah satunya terjadi karena tidak seimbangnya jumlah sekolah negeri di tiap kecamatan.
Sekolah yang dibangun dengan APBD Kota Bogor ini diresmikan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Kamis (21/12/2023) lalu. Atang mengaku bersyukur pembangunan sekolah satu atap bisa selesai dan dapat digunakan pada tahun ajaran berikutnya. Baca juga: Bentuk Rasa Syukur, DPRD Kota Bogor Gelar Selawat dan Dzikir Akhir Tahun
Sekolah baru ini sudah dinantikan oleh masyarakat Kota Bogor dan diharapkan bisa menjadi solusi bagi persoalan PPDB yang terus berulang setiap tahun. "Ini adalah harapan yang begitu lama dari masyarakat Kota Bogor. Memiliki SDN dan SMPN yang merata di berbagai wilayah. Alhamdulilah, saat ini sudah terbangun di wilayah ujung Tanah Sareal," kata Atang.
Menurut Atang, pembangunan infrastruktur pendidikan harus dilanjutkan. Permasalahan PPDB salah satunya terjadi karena tidak seimbangnya jumlah sekolah negeri di tiap kecamatan.
Lihat Juga :