Kembali Berduka, Perawat Senior di Tuban Meninggal Terpapar COVID-19
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 19:24 WIB
Selain itu adanya penyakit penyerta juga menjadi penyebab meninggalnya Siti Jumiatun. DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur menyatakan, dengan meninggalnya perawat kelahiran 15 Juli 1966 ini, maka jumlah perawat di Jawa Timur yang meninggal akibat COVID-19 sebanyak 19 orang.
Sedangkan perawat di Jawa Timur yang dinyatakan positif COVID-19 dan menjalani perawatan maupun isolasi mandiri mencapai 720 orang perawat. “PPNI Jawa Timur kembali berduka. Pejuang kesehatan kembali gugur melawan COVID-19. Kali ini perawat senior di Puskesmas Tuban meninggal,” kata Ketua DPW PPNI Jatim, Nursalam, Jumat (7/8/2020).
Meninggalnya perawat Siti Jumiatun ini hanya berselang 7 hari hari dari meninggalnya perawat senior lainnya, yang bertugas RSUD Bangil Pasuruan, Sri Aniwati. Sementara itu, dari jumlah 19 perawat di Jawa Timur yang meninggal dunia akibat COVID-19, delapan perawat berasal dari Surabaya, Sidoarjo 2 orang, Tuban 2 orang, sedangkan Kota Malang, Sampang, Bojonegoro, Kota Probolinggo, Bangkalan, Kabupaten Pasuruan dan Gresik masing-masing 1 orang.
Sedangkan perawat di Jawa Timur yang dinyatakan positif COVID-19 dan menjalani perawatan maupun isolasi mandiri mencapai 720 orang perawat. “PPNI Jawa Timur kembali berduka. Pejuang kesehatan kembali gugur melawan COVID-19. Kali ini perawat senior di Puskesmas Tuban meninggal,” kata Ketua DPW PPNI Jatim, Nursalam, Jumat (7/8/2020).
Meninggalnya perawat Siti Jumiatun ini hanya berselang 7 hari hari dari meninggalnya perawat senior lainnya, yang bertugas RSUD Bangil Pasuruan, Sri Aniwati. Sementara itu, dari jumlah 19 perawat di Jawa Timur yang meninggal dunia akibat COVID-19, delapan perawat berasal dari Surabaya, Sidoarjo 2 orang, Tuban 2 orang, sedangkan Kota Malang, Sampang, Bojonegoro, Kota Probolinggo, Bangkalan, Kabupaten Pasuruan dan Gresik masing-masing 1 orang.
(shf)
Lihat Juga :