Tragedi Pesawat Tempur Super Tucano, Penjaga Perbatasan Itu Berjatuhan saat Latihan
Kamis, 16 November 2023 - 17:36 WIB
Sayangnya, baru empat tahun dioperasikan di Skadron Udara 21. Salah satu pesawat Super Tucano tersebut, justru mengalami kecelakaan dan jatuh menimpa rumah warga pada 10 Februari 2016 silam.
Empat orang tewas dalam insiden yang melibatkan Super Tucano tersebut. Yakni satu penerbang, satu mekanik, dan dua warga yang tengah berada di dalam rumah. Badan pesawat hancur berkeping-keping, bercampur dengan reruntuhan rumah warga.
Baca juga: Sadis! Anak Usia 3 Tahun Tewas Dianiaya Pengasuh di Batam, Motifnya Bikin Geleng Kepala
Tujuh tahun setelah persitiwa pilu tersebut, kabar pilu datang kembali dari lereng Gunung Bromo. Dua pesawat Super Tucano TT 3111, dan TT 3103 mengalami kecelakaan dan terjatuh di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.
Empat orang penerbang berada di dalam dua pesawat tempur Super Tucano TNI AU, yang jatuh di kaki Gunung Bromo, Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Hingga kini, kondisi keempatnya belum diketahui karena masih dilakukan proses evakuasi.
Pesawat Super Tucano dari Skadron Udara 21 lanud Abdulrachman Saleh Malang yang mengalami kecelakaan, yakni bernomor seri TT-3111, dan TT-3103. Pesawat tempur bernomor TT 3111 diterbangkan Letkol Pnb. Sandhra Gunawan, dan awak pesawat Kolonel Adm. Widiono.
Sementara untuk pesawat Super Tucano bernomor seri TT 3103 diterbangkan Mayor Pnb Yuda A. Seta, dan awak pesawat Kolonel Pnb Subhan. Dari keterangan Camat Puspo, Edi Santoso pesawat tempur taktis tersebut jatuh di ladang kentang, dan di tebing Watu Gedek.
Spesifikasi Pesawat Super Tucano:
Produsen : Embraer S. A. BrazilMesin : Turbo Propeler Single Engine
Berat : 5.400 kg
Daya angkut : 1.550 kg
Persenjataan :
Lima Bomb MK 82
Empat Rocket POD
Lihat Juga :