Kepala Dinkes Beberkan Upaya Pemprov DKI Jakarta Tangani Covid-19
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:36 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti.Foto/Istimewa
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menangani penambahan kasus harian Covid-19 di wilayahnya. Diketahui, Jakarta merupakan salah satu wilayah yang memiliki penambahan kasus harian yang tinggi hingga hari ini.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, DKI Jakarta menerapkan strategi seperti di tingkat pusat. Ada testing, lacak, dan isolasi. Testing dilakukan secara masif melalui dua strategi, yakni melakukan tracing kontak dan melalui aktif case finding.
Saat ini DKI Jakarta telah memiliki 54 laboratorium jejaring yang bisa mendeteksi. Bersama dengan rumah sakit, laboratorium BUMN maupun swasta, semuanya berkolaborasi dalam memenuhi upaya mendeteksi mata rantai penularan Covid-19. (Baca: Lagi, Satu Pegawai di Pengadilan Negeri Jakbar Positif Covid-19)
“Warga DKI Jakarta sudah mandiri untuk melakukan testing melalui laboratorium dan Rumah Sakit swasta. Jumlah orang yang diperiksa sudah lebih dari 418.000 dengan kapasitas 10.000 lebih dalam sehari. 49% adalah gratis melalui laboratorium pemerintah, sedangkan 51% melalui laboratorium swasta,” kata Widyastuti melalui ruang digital di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Jakarta, Rabu (5/8/2020).
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, DKI Jakarta menerapkan strategi seperti di tingkat pusat. Ada testing, lacak, dan isolasi. Testing dilakukan secara masif melalui dua strategi, yakni melakukan tracing kontak dan melalui aktif case finding.
Saat ini DKI Jakarta telah memiliki 54 laboratorium jejaring yang bisa mendeteksi. Bersama dengan rumah sakit, laboratorium BUMN maupun swasta, semuanya berkolaborasi dalam memenuhi upaya mendeteksi mata rantai penularan Covid-19. (Baca: Lagi, Satu Pegawai di Pengadilan Negeri Jakbar Positif Covid-19)
“Warga DKI Jakarta sudah mandiri untuk melakukan testing melalui laboratorium dan Rumah Sakit swasta. Jumlah orang yang diperiksa sudah lebih dari 418.000 dengan kapasitas 10.000 lebih dalam sehari. 49% adalah gratis melalui laboratorium pemerintah, sedangkan 51% melalui laboratorium swasta,” kata Widyastuti melalui ruang digital di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Jakarta, Rabu (5/8/2020).
Lihat Juga :