Ganjil Genap Membuat Sulit Penerapan Jaga Jarak di Transportasi Umum

Senin, 03 Agustus 2020 - 08:35 WIB
Dia mengungkapkan ketakutan untuk menggunakan angkutan umum bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Bedanya, kota-kota besar di mancanegara layanan transportasinya sudah bagus.

"Berupaya meyakinkan warganya tetap menggunakan angkutan umum dengan menyediakan layanan tambahan. Untuk perjalanan jarak pendek dapat menggunakan sepeda dan berjalan kaki. Infrastruktur jaringan sepeda dan jalan kaki dibuat semakin bagus dan nyaman," terangnya.

Penggunaan transportasi pribadi dan umum ini menjadi dilema. Djoko mengutip keterangan ahli transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Russ Bona Frazilla yang menyatakan, peran transportasi dalam penyebaran Covid-19 adalah memindahkan orang dengan virus (carrier) dari satu tempat ke tempat lain.

Stasiun atau terminal dan moda transportasi merupakan tempat berkumpul banyak orang. Di situ terjadi interaksi fisik antara carrier dengan orang lain. (Baca juga: Car Free Day Belum Diberlakukan Lagi, Warga Tetap Ramai Berolahraga di Bundaran HI )

"Stasiun/terminal dan moda yang dipakai oleh banyak orang bisa jadi tidak dibersihkan secara sempurna," ucapnya. (Baca juga: Mulai 3 Agustus, Ganjil Genap di Jakarta Kembali Dilakukan )
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!