Pelepasan 99 Pekerja Migran di Jaksel, Wamenaker: Tunjukkan Kerja Profesional

Minggu, 23 Juli 2023 - 13:09 WIB
Menurut dia, penempatan PMI yang tidak memiliki skill lebih rentan ketimbang PMI memiliki skill. "Persoalan negara kita ini rata-rata PMI yang berangkat adalah PMI yang tidak punya skill. Akhirnya menimbulkan beban negara sehingga negara harus bertanggung jawab. Jadi negara ini kan punya tanggung jawab, mulai dari keselamatannya, perhatian kesejahteraan, sampai mereka sebelum berangkat hingga mereka pulang kembali ke Indonesia," ujarnya.

Dia berpesan kepada 99 PMI yang berangkat ke Korsel untuk menunjukkan kerja profesional dan menjaga nama baik bangsa dan negara.

"Tunjukkan jati diri kita bahwa kita adalah bangsa yang patuh. Bangsa yang betul-betul bisa menunjukkan bangsa yang patuh dan bermartabat. Bekerjalah dengan maksimal, baik. Kalau salah katakan salah, kalau benar kita katakan benar. Jangan berbohong,” kata Afriansyah.

Selain itu, WNI adalah warga yang ulet, pekerja keras, dan toleransi. "Filipina itu, mereka menang di bahasa. Karena itu, saya sudah bicara banyak dengan Mendikbud agar kurikulum bahasa diperkuat kembali. Sekarang bonus demografi di Indonesia bisa berdampak positif jika kita gunakan dengan maksimal,” ucapnya.

Kemenaker bekerja sama dengan BP2MI BNSP sebagai lembaga penerbit sertifikasi memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Angka kemiskinan bisa berkurang jika angka pengangguran di republik ini juga berkurang. “Ke depan penempatan PMI yang memiliki skill harus lebih banyak dari sekarang,” ujar Afriansyah.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!