Pemilik Lahan Blak-blakan Bangun Pagar Beton Akses SDN Lengkong Karya: Saya Sudah Pensiun, Perlu Duit
Rabu, 19 Juli 2023 - 09:58 WIB
Hardi saat ini masih memberikan celah sekitar satu meter sebagai akses masuk ke sekolah. Namun, apabila permintaannya tak diindahkan Pemkot Tangerang, Hardi mengancam akan mengecilkan akses jalan masuk ke SDN Lengkong Karya.
"Kalau tidak mau dibayarin terpaksa saya kecilin lagi jalannya tapi kan tidak bagus jadinya. Lebih baik dibayar saja, kalau dibayar Rp5,5 juta tanah saya yang telah dipakai untuk jalan, saya tidak mau. Rp7 juta lah satu meternya," ucapnya.
Baca juga: Gara-gara Pemkot Tangsel, Akses Jalan SDN Lengkong Karya Jadi Korban
Ia menjelaskan di kawasan tersebut terdapat lahan miliknya dan juga seorang warga bernama Supardi seluas 20 meter.
Sebelumnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan bakal membeli lahan tersebut dan membongkar pagar beton. Namun, menurut Hardi, bukan pagar beton miliknya yang akan dirobohkan.
"Jadi bukan milik saya yang dirobohkan, jangan dirobohkan lah. Itu saya pasang untuk show supaya Pemkot Tangsel mengerti karena makai tanah saya 9 tahun tidak mau diurus," jelasnya.
"Kalau tidak mau dibayarin terpaksa saya kecilin lagi jalannya tapi kan tidak bagus jadinya. Lebih baik dibayar saja, kalau dibayar Rp5,5 juta tanah saya yang telah dipakai untuk jalan, saya tidak mau. Rp7 juta lah satu meternya," ucapnya.
Baca juga: Gara-gara Pemkot Tangsel, Akses Jalan SDN Lengkong Karya Jadi Korban
Ia menjelaskan di kawasan tersebut terdapat lahan miliknya dan juga seorang warga bernama Supardi seluas 20 meter.
Sebelumnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan bakal membeli lahan tersebut dan membongkar pagar beton. Namun, menurut Hardi, bukan pagar beton miliknya yang akan dirobohkan.
"Jadi bukan milik saya yang dirobohkan, jangan dirobohkan lah. Itu saya pasang untuk show supaya Pemkot Tangsel mengerti karena makai tanah saya 9 tahun tidak mau diurus," jelasnya.
Lihat Juga :