Program Bank Sampah Pintar Kelola 2.000 Ton per Bulan

Selasa, 18 Juli 2023 - 19:36 WIB
Timbunan sampah akan menimbulkan berbagai dampak serius yang merugikan masyarakat dan lingkungan seperti banjir, bau tidak sedap, penyakit yang berasal dari sampah yang tidak terkelola dengan baik hingga peningkatan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah yaitu karbondioksida (CO2), metana (CH4), serta dinitrogen oksida (N2O).

Karena itu, diperlukan upaya pengelolaan sampah yang out of the box dan berkelanjutan sebagai solusi alternatif untuk penanganan sampah, salah satunya program Bank Sampah Pintar dari PT ANTAM Tbk.

Program ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan permasalahan sampah di lingkungan sekitar. Selain itu, diharapkan meningkatkan peluang pendapatan masyarakat karena ikut berpartisipasi dalam program ini.

Bank Sampah Pintar memberikan akses kepada masyarakat agar dapat menjadikan sampah memiliki nilai ekonomi, yaitu dengan sistem pengelolaan sampah yang baik. Adapun sistem kerja Bank Sampah Pintar mengadopsi sistem menabung di bank konvensional.

Nasabah menyetorkan sampah anorganik bersih tanpa label yang kemudian akan dikonversi ke tabungan nasabah melalui berbagai penawaran unik dari Bank Sampah Pintar. Beberapa penawaran unik tersebut di antaranya nasabah dapat menukarkan sampah dengan uang tunai, emas, umrah, kurban, dan lain-lain.

Program Bank Sampah Pintar akan terus dilaksanakan karena memiliki manfaat positif terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, program ini juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dengan cara menukarkan sampah menjadi aset investasi.

Sebagai informasi, pelaksanaan program Bank Sampah Pintar sudah dimulai sejak 2017 dengan dilakukan pembentukan Nyimas Antam dengan mitra RKBN Pulokambing. Selanjutnya, pada 2019 dilakukan pengembangan konsep Nyimas menjadi program Bank Sampah Pintar sekaligus membentuk Kelompok Peduli Sampah di Kelurahan Jatinegara Kaum.

Pada 2021, program ini berkembang dengan ditambahkannya alat digitalisasi dan sosialisasi serta edukasi penerima manfaat. Pada 2022, dilakukan replikasi atau lahirnya sentra integrasi pengelolaan sampah anorganik dan organik Bersama Kelompok Tani Hutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!