5 Fakta LRT Jabodebek yang Akan Diuji Coba 12 Juli 2023

Selasa, 11 Juli 2023 - 08:59 WIB
Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT)) Jabodebek dijadwalkan mulai diuji coba pada Rabu 12 Juli 2023. Foto: MPI/Aldhi Chandra Setiawan
JAKARTA - Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT)) Jabodebek dijadwalkan mulai diuji coba pada Rabu 12 Juli 2023. Sementara operasional penuh akan dimulai 18 Agustus 2023.

LRT Jabodebek dibangun bertujuan untuk menekan kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Jagorawi. Oleh karena itu, LRT ini terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek).



Baca Juga: Ingin Naik LRT Jabodebek di Uji Coba Terbatas, Ini Cara Daftarnya



LRT Jabodebek mengusung konsep transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau, sehingga diharapkan dapat memicu pengendara kendaraan pribadi beralih ke moda transportasi umum.

Terdapat sejumlah fakta menarik LRT Jabodebek. Berikut beberapa fakta menarik LRT Jabodebek yang dirangkum, Selasa (11/7/2023):

Baca Juga: Tarif LRT Jabodebek Sudah Ditetapkan, Segini Besarannya!

1. Teknologi LRT Jabodebek Lebih Canggih dari MRT Jakarta



Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut teknologi yang dimiliki LRT Jabodebek ini lebih canggih dibandingkan MRT Jakarta maupun LRT Sumatera Selatan.

LRT Jabodebek menggunakan teknologi generasi ke-3 atau Grade of Automation (GoA) Level 3. Dengan teknologi LRT Jabodebek dapat dioperasikan tanpa masinis dan bisa mengatur jarak antarkereta dengan tetap konstan.

Penerapan teknologi GoA level 3 pada LRT Jabodebek ini menjadi terobosan baru yang dihadirkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub dalam menyediakan sistem transportasi perkeretaapian yang inovatif namun tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Dirjen Perkeretaapian Zulfikri mengatakan, LRT Jabodebek didesign dengan menggunakan sistem persinyalan CBTC (Communication Based Train Control) yang di dalamnya disematkan teknologi GoA Level 3, sehingga akan meningkatkan efektivitas headway management antar kereta sekaligus meningkatkan frekuensi perjalanan atau transport rate hingga 30%.

“Penerapan GoA Level 3 akan membuat pergerakan, kecepatan dan waktu berhenti LRT dapat dioperasikan secara otomatis, khususnya dalam menjaga jarak aman, sehingga membuat headway akan lebih singkat dan efisien," katanya.

Meskipun dalam pengoperasiannya sudah otomatis dan driverless atau tanpa masinis, akan tetapi sebagai langkah mitigasi dalam kondisi critical dan emergency, LRT Jabodebek menugaskan train attendant yang membantu proses pengoperasian, khususnya apabila sewaktu-waktu terjadi disrupsi.

2. LRT Jabodebek Melayani 2 Provinsi dan 5 Kota



LRT Jabodebek sebagai moda transportasi baru akan melayani masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Rute LRT Jabodebek melintasi dua provinsi yakni DKI Jakarta dan Jawa Barat; serta lima kota, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Depok, dan Bekasi.

LRT Jabodebek memiliki 18 titik pemberhentian dengan total panjang lintasan mencapai 44,4 km. Dari jumlah stasiun yang ada, LRT memiliki lebih banyak stasiun dibandingkan MRT yang saat ini hanya melayani 13 titik pemberhentian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!