Bisa Picu Klaster Baru, Orientasi Siswa Baru Disarankan Digelar Secara Virtual

Senin, 27 Juli 2020 - 17:27 WIB
Orang tua siswa saat menemani anaknya untuk mengikuti Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Foto: Sindonews/Maman Sukirman
MAKASSAR - DPRD Kota Makassar meminta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk melarang seluruh kegiatan tatap muka dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pertemuan langsung dinilai berpotensi menimbulkan klaster baru COVID-19. Olehnya itu, disarankan orientasi siswa baru digelar secara virtual.

Diketahui berdasarkan kalender pendidikan Disdik Makassar, MPLS berlangsung selama tiga hari, rentang 27-29 Juli 2020. Disdik memberikan wewenang bagi sekolah untuk menggelar secara langsung MPLS, utamanya di tingkat SD dengan syarat mematuhi protokol serta menyampaikan laporan kegiatan terlebih dulu.



Baca Juga: Disdik Terima Banyak Keluhan Orang Tua Siswa di Hari Pertama PPDB

Anggota Komisi D Bidang Kesra DPRD Kota Makassar, Saharuddin Said, meminta Disdik Makassar lebih tegas dan menghindari semua potensi penularan virus corona. Oleh itu, ada baiknya untuk melarang seluruh aktivitas langsung di sekolah, termasuk MPLS.

"Kalau saya menyarankan untuk hal ini jangan dulu, apalagi di era pandemi seperti sekarang. Jangan sampai menjadi klaster baru untuk anak-anak kita di sekolah, makanya saya mewakili dewan selaku pengawas pendidikan tidak menganjurkan," ujarnya, Senin (27/7/2020).

Saharuddin menjelaskan bahwa belum ada urgensi memaksakan anak-anak ke sekolah di tengah pandemi. Kalau pun kalendar pendidikan harus berjalan, lanjut dia, ada baiknya mengoptimalkan teknologi. Bisa melaksanakan belajar maupun orientasi siswa secara virtual.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!