Bupati Bogor: Birokrasi dan Ketersediaan Beras Jadi Kendala Penyaluran Bantuan

Rabu, 29 April 2020 - 15:20 WIB
Dia mengungkapkan, bantuan beras ini menyasar 200.000 rumah tangga selama tiga bulan ke depan. Setiap rumah tangga, kata Ade, akan menerima 30 kilogram beras untuk sebulan. Politisi PPP ini pun telah memastikan ketersediaan dan kualitas beras di Gudang Bulog Sub Divisi Regional Dua Dramaga.

"Untuk masyarakat, Insya Allah mulai besok, (beras) mulai dikirim. Jadi kami tidak berikan uang tunai. Saya pastikan beras sampai kepada masyarakat dengan dikawal TNI dan Polri," kata Ade. Meski tidak memberikan uang, Ade mengklaim, nilai 30 kilogram beras ini setara dengan Rp316.000.

Namun, dia meminta masyarakat bersabar karena pengiriman dilakukan bertahap. "Karena Kabupaten Bogor ini sangat luas. Jadi kita bertahap distribusinya untuk yang lebih membutuhkan dulu," jelasnya.

Ade juga memastikan, akan terus memantau distribusi beras sampai ke tangan masyarakat. Terutama soal kualitas beras yang akan dikirim sebagai bantuan."Pemkab Bogor kan beli ke Bulog harganya Rp10.543 per kilogram. Kualitasnya bagus. Tapi, saya ingin pastikan bahwa Bulog konsisten untuk mengirim beras dengan kualitas yang baik," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy menegaskan, pihaknya bekerja sama dengan Kodim 0621/Kabupaten Bogor, serta Lanud Atang Sendjaja (ATS) dalam pendistribusian beras. "Kitap siapkan 19 unit truk untuk pendistribusian. Truk standby di Gudang Bulog Dramaga. Jadi kami kawal pendistribusian dari gudang ini ke desa dan akan terus didampingi hingga ke rumah warga," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!