Kopi Arabika Kedung Malang Purbalingga, Bisa Sejajar dengan Kopi Mancanegara
Senin, 27 Juli 2020 - 04:19 WIB
Kopi Arabika Kedung Malang Purbalingga, Bisa Sejajar dengan Kopi Mancanegara. Foto/SINDOnews/Catur EP
PURBALINGGA - Jika selama ini Kabupaten Purbalingga lebih terkenal dengan produksi knalpot kendaraan berkualitas, ternyata ada komoditas lain yang juga tak kalah kualitasnya, yakni kopi arabika Gunung Malang.
Di kalangan pecinta kopi di Purbalingga, kopi arabika Gunung Malang sudah menunjukkan kualitasnya. Bahkan, permintaan dari pecinta kopi dari luar daerah cukup tinggi.
Kualitas kopi arabika Gunung Malang dibenarkan Trias Adi Pramono dari komunitas pegiat kopi ‘Ruang Kopi Purbalingga’. Permintaan kopi Gunung Malang cukup tinggi tapi kemampuan produksi petani kopi masih terbatas.
“Kopi arabika Gunung Malang sudah dikenal di kalangan pecinta kopi. Banyak kedai kopi di Purbalingga selalu kehabisan stok kopi arabika Gunung Malang,” kata Trias usai memanen kopi di kebun kopi Dusun Gunung Malang, Minggu (26/07/2020).
“Kopi Gunung Malang laris di kedai – kedai kopi, hanya saja permintan tinggi dari para pecinta kopi belum bisa dicukupi. Jika produksi kopi bisa digenjot lagi dan stabil, tentu berpengaruh terhadap pendapatan para petani,” tambah trias.
Hal ini dibenarkan Suyatno Karsum, salah satu petani kopi setempat. Karsum memberikan alasan keterbatasan lahan menjadi slah satu faktor penyebab produksi kopi dari Gunung Malang masih belum stabil.
Di kalangan pecinta kopi di Purbalingga, kopi arabika Gunung Malang sudah menunjukkan kualitasnya. Bahkan, permintaan dari pecinta kopi dari luar daerah cukup tinggi.
Kualitas kopi arabika Gunung Malang dibenarkan Trias Adi Pramono dari komunitas pegiat kopi ‘Ruang Kopi Purbalingga’. Permintaan kopi Gunung Malang cukup tinggi tapi kemampuan produksi petani kopi masih terbatas.
“Kopi arabika Gunung Malang sudah dikenal di kalangan pecinta kopi. Banyak kedai kopi di Purbalingga selalu kehabisan stok kopi arabika Gunung Malang,” kata Trias usai memanen kopi di kebun kopi Dusun Gunung Malang, Minggu (26/07/2020).
“Kopi Gunung Malang laris di kedai – kedai kopi, hanya saja permintan tinggi dari para pecinta kopi belum bisa dicukupi. Jika produksi kopi bisa digenjot lagi dan stabil, tentu berpengaruh terhadap pendapatan para petani,” tambah trias.
Hal ini dibenarkan Suyatno Karsum, salah satu petani kopi setempat. Karsum memberikan alasan keterbatasan lahan menjadi slah satu faktor penyebab produksi kopi dari Gunung Malang masih belum stabil.
Lihat Juga :