Sejarah Keberadaan dan Asal-usul Nama Kabupaten Sleman Penghasil Salak Pondoh
Rabu, 14 Juni 2023 - 13:59 WIB
Berdasarkan Perda Nomor 12 Tahun 1998 tertanggal 9 Oktober 1998, ditetapkan bahwa tanggal 15 Mei 1916 sebagai hari jadi Sleman. Namun, perlu ditegaskan bahwa hari jadi tersebut adalah untuk Kabupaten Sleman, bukan Pemerintahan Kabupaten Dati II Sleman.
Bukan tanpa alasan, hal tersebut karena sejatinya keberadaan Kabupaten Sleman telah hadir jauh sebelum kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang menandai kelahiran Indonesia modern.
Kepastian keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman didasarkan pada Rijksblad no. 11 tertanggal 15 Mei 1916. Penentuan hari jadi Kabupaten Sleman dilakukan melalui penelaahan berbagai materi dari berbagai sumber informasi dan fakta sejarah.
Berdasarkan catatan tersebut, dulunya wilayah Kesultanan Yogyakarta (Mataram) dibagi menjadi 3 kabupaten, yaitu Kalasan, Bantul, dan Saliman atau Sleman. Tak hanya itu, ditunjuk juga kepala wilayahnya berupa seorang bupati.
Kemudian dalam Rijksblad tersebut juga dijelaskan kabupaten Saliman atau Sleman ini terdiri dari 4 distrik, yakni Distrik Mlati, Distrik Klegoeng, Distrik Joemeneng, dan Distrik Godean.
Bukan tanpa alasan, hal tersebut karena sejatinya keberadaan Kabupaten Sleman telah hadir jauh sebelum kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang menandai kelahiran Indonesia modern.
Kepastian keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman didasarkan pada Rijksblad no. 11 tertanggal 15 Mei 1916. Penentuan hari jadi Kabupaten Sleman dilakukan melalui penelaahan berbagai materi dari berbagai sumber informasi dan fakta sejarah.
Berdasarkan catatan tersebut, dulunya wilayah Kesultanan Yogyakarta (Mataram) dibagi menjadi 3 kabupaten, yaitu Kalasan, Bantul, dan Saliman atau Sleman. Tak hanya itu, ditunjuk juga kepala wilayahnya berupa seorang bupati.
Kemudian dalam Rijksblad tersebut juga dijelaskan kabupaten Saliman atau Sleman ini terdiri dari 4 distrik, yakni Distrik Mlati, Distrik Klegoeng, Distrik Joemeneng, dan Distrik Godean.
Lihat Juga :