Menyingkap Masalah Gizi dan Kesehatan Anak di Jakarta, Ini Faktor Penyebabnya

Senin, 12 Juni 2023 - 20:49 WIB
“Rata-rata yang kami temui adalah pengasuhan anak itu diturunkan. Jadi ibu-ibu muda saat ini mengasuh anak berdasarkan apa yang dilakukan orang tuanya dulu. Jadi, meskipun mereka rajin ke Posyandu, diedukasi oleh kader tentang apa yang baik dan tidak baik untuk anak, tapi begitu kembali ke rumah pengetahuan tersebut diabaikan,” ungkapnya.

Di antara temuan-temuan kebiasaan yang salah dan masih dilakukan orang tua dalam praktik pengasuhan anak adalah kebiasaan mengonsumsi susu. “Akibatnya, masih banyak yang memberikan anaknya kental manis, yang penting anaknya minum susu,” kata Yuli.

Vina (28), salah satu ibu muda mengaku anaknya yang berusia 1 tahun 9 bulan baru saja keluar dari ruang perawatan intensif (NICU) di rumah sakit. Dia baru saja dimarahi dokter di rumah sakit karena memberikan kental manis untuk minuman susu anaknya.

“Ini baru pulang dari rumah sakit. Badannya lemas dan berat badannya terus menurun. Pas dokter tanya anak saya minum susunya apa, saya jawab dikasih kental manis. Habis itu saya langsung dimarahi,” ujar Vina.

Kasi Kesra Kelurahan Kedaung Kali Angke Zakir mengaku prihatin dengan kasus-kasus kurang gizi yang dialami banyak balita di wilayahnya. “Di awal saya ditugaskan di sini sekitar 2 tahun lalu banyak saya lihat balita-balita kurang gizi yang orang tuanya sendiri nggak paham. Karena selama ini mereka melihat anaknya makan, tapi begitu ditanya makannya apa ternyata jajanan-jajanan yang nggak bergizi sama sekali. Kita ngasuh anak mengikuti bagaimana orang tua dulu mengasuh kita, termasuk pemberian kental manis, ” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!