Tak Sekadar Turun, Pemkot Tangerang Targetkan Kasus Stunting Tuntas
Rabu, 17 Mei 2023 - 19:14 WIB
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. Foto: Dok SINDOnews
TANGERANG - Intervensi Pemkot Tangerang melalui seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terhadap kasus stunting di Kota Tangerang terus diperkuat. Kini, Pemkot Tangerang menargetkan kasus stunting di Kota Tangerang bisa selesai atau tuntas bukan sekadar penurunan angka kasus.
Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pemkot Tangerang berhasil menekan angka stunting dari 15,3 persen pada 2021 menjadi 11,8 persen pada 2022 atau turun 3,5 persen. Angka ini termasuk terendah di Banten.
Intervensi ini diperkuat dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang menugaskan seluruh OPD mengambil peran sesuai tupoksinya sehingga target ini dapat tercapai.
“Walaupun Kota Tangerang termasuk terendah masalah stunting se-Banten, tapi dengan berbagai program dan ikhtiar yang dilakukan, Pemkot Tangerang tetap targetkan permasalahan stunting di Kota Tangerang dapat selesai optimal,” ujar Arief, Selasa (16/5/2023).
Kepala DP3AP2KB Jatmiko menuturkan DP3AP2KB di 2022 dalam penanganan stunting membentuk 754 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di 13 kecamatan. Tim terdiri dari kader PKK, Tenaga Kesehatan dan Kader KB yang bertugas mendampingi keluarga berisiko stunting dengan sasaran calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, bayi dua tahun (baduta), serta bayi lima tahun (balita).
DP3AP2KB juga memiliki program Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Ada juga program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) yang juga dikuatkan beserta akses pelayanan keluarga berencana.
Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pemkot Tangerang berhasil menekan angka stunting dari 15,3 persen pada 2021 menjadi 11,8 persen pada 2022 atau turun 3,5 persen. Angka ini termasuk terendah di Banten.
Intervensi ini diperkuat dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang menugaskan seluruh OPD mengambil peran sesuai tupoksinya sehingga target ini dapat tercapai.
“Walaupun Kota Tangerang termasuk terendah masalah stunting se-Banten, tapi dengan berbagai program dan ikhtiar yang dilakukan, Pemkot Tangerang tetap targetkan permasalahan stunting di Kota Tangerang dapat selesai optimal,” ujar Arief, Selasa (16/5/2023).
Kepala DP3AP2KB Jatmiko menuturkan DP3AP2KB di 2022 dalam penanganan stunting membentuk 754 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di 13 kecamatan. Tim terdiri dari kader PKK, Tenaga Kesehatan dan Kader KB yang bertugas mendampingi keluarga berisiko stunting dengan sasaran calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, bayi dua tahun (baduta), serta bayi lima tahun (balita).
DP3AP2KB juga memiliki program Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Ada juga program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) yang juga dikuatkan beserta akses pelayanan keluarga berencana.
Lihat Juga :