Diguncang Gempa Mentawai M6,9 Ratusan Warga Pantai Barat Madina Mengungsi
Selasa, 25 April 2023 - 06:55 WIB
Warga mengungsi akibat gempa bumi bermagnitudo 6,9 yang mengguncang Mentawai, Sumatera Barat yang berbatasan langsung dengan pantai barat Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara. Foto/MPI/Liansah Rangkuti
MENTAWAI - Gempa bumi bermagnitudo 6,9 mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat yang berbatasan langsung dengan pantai barat Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara. Ratusan warga Madia yang merasakan guncangan gempa terpaksa mengungsi.
"Kami takut ada gempa susulan dan kami yang tinggal dibibir pantai ini sangat khawatir terjadi tsunami apalagi ada peringatan dari BMKG bahwa kemungkinan ada tsunami dari gempa itu," kata Minah, warga Pasar Natal, Kecamatan Natal, Madina, Selasa (25/4/2023).
Baca juga: Gempa Mentawai Magnitudo 6,9, Kepala BMKG: Terjadi 9 Gempa Susulan, Tsunami 11 Centi
Warga trelihat sangat panik karena ketakutan atas terjadinya gempa Mentawai ini.Namun sejumlah tokoh masyarakat mengimbau agar masyarakat tetap tenang meski bencana gempa ada tapi tetap tenang menghadapinya.
"Silahkan mengungsi, tapi jangan panik karena panik bukan menyelesaikan masalah bisa menimbulkan masalah jadi kami harap warga tetap tenang dan carilah tempat pengungsian yang lebih aman," seru tokoh masyarakat Natal.
"Kami takut ada gempa susulan dan kami yang tinggal dibibir pantai ini sangat khawatir terjadi tsunami apalagi ada peringatan dari BMKG bahwa kemungkinan ada tsunami dari gempa itu," kata Minah, warga Pasar Natal, Kecamatan Natal, Madina, Selasa (25/4/2023).
Baca juga: Gempa Mentawai Magnitudo 6,9, Kepala BMKG: Terjadi 9 Gempa Susulan, Tsunami 11 Centi
Warga trelihat sangat panik karena ketakutan atas terjadinya gempa Mentawai ini.Namun sejumlah tokoh masyarakat mengimbau agar masyarakat tetap tenang meski bencana gempa ada tapi tetap tenang menghadapinya.
"Silahkan mengungsi, tapi jangan panik karena panik bukan menyelesaikan masalah bisa menimbulkan masalah jadi kami harap warga tetap tenang dan carilah tempat pengungsian yang lebih aman," seru tokoh masyarakat Natal.
Lihat Juga :